Wuling Motors Indonesia – kembali memperluas jajaran kendaraan listriknya dengan menghadirkan Wuling Aira EV. Kehadiran model terbaru ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat posisi di pasar kendaraan listrik nasional, khususnya pada segmen city car berukuran kompak yang semakin di minati masyarakat perkotaan.

Berbeda dengan anggapan bahwa Aira EV akan menggantikan Air EV, Wuling justru menegaskan bahwa kedua model tersebut akan di pasarkan secara bersamaan. Dengan demikian, konsumen memiliki lebih banyak pilihan kendaraan listrik sesuai kebutuhan, preferensi desain, maupun anggaran yang di miliki.

Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen Wuling untuk terus mengembangkan portofolio kendaraan elektrifikasi di Indonesia seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap mobil ramah lingkungan.

Masuk Generasi Kelima Wuling Mini EV

Marketing Operation Director Wuling Motors Indonesia, Ricky Christian, menjelaskan bahwa Wuling Aira EV merupakan bagian dari keluarga global Wuling Mini EV. Secara internasional, model ini di kenal sebagai generasi kelima dari lini kendaraan listrik perkotaan yang telah lebih dahulu di pasarkan di sejumlah negara.

Menurutnya, pengembangan generasi terbaru tersebut dilakukan untuk menghadirkan pilihan kendaraan yang lebih beragam tanpa harus menghapus model sebelumnya dari pasar.

Oleh karena itu, Wuling Air EV tetap di pertahankan sebagai salah satu produk utama. Sedangkan Aira EV hadir untuk melengkapi pilihan konsumen di kelas mobil listrik mungil.

Strategi tersebut di harapkan mampu menjangkau lebih banyak segmen pembeli yang memiliki kebutuhan mobilitas berbeda. Terutama di kawasan perkotaan dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi.

Dimensi Lebih Besar dengan Tampilan Lebih Modern

Jika di bandingkan dengan Air EV, Wuling Aira EV menawarkan dimensi yang lebih panjang sehingga memberikan ruang kabin yang lebih lega.

Mobil listrik ini memiliki panjang keseluruhan 3.268 mm, lebar 1.520 mm, tinggi 1.575 mm, serta jarak sumbu roda mencapai 2.190 mm. Sebagai perbandingan, Air EV memiliki panjang sekitar 2.974 mm. Sehingga Aira EV menawarkan tambahan ruang yang cukup signifikan.

Selain ukuran bodi yang lebih besar, perubahan juga terlihat dari bahasa desain yang di gunakan. Wuling Aira EV mengusung konsep desain yang lebih membulat dengan garis-garis bodi yang lembut.

Karakter tersebut semakin di perkuat melalui penggunaan lampu depan dan belakang berbentuk lingkaran, sehingga menghadirkan kesan modern sekaligus ramah. Desain seperti ini juga membuat tampilannya berbeda dari Air EV yang mengusung nuansa futuristis dengan garis lebih tegas.

Interior Mengutamakan Kenyamanan Pengguna

Masuk ke dalam kabin, Wuling Aira EV menghadirkan suasana yang terasa lebih hangat berkat perpaduan warna cokelat dan krem pada berbagai bagian interior.

Kombinasi warna tersebut di aplikasikan pada dashboard, door trim, hingga jok sehingga menciptakan kesan lebih nyaman selama berkendara.

Meski demikian, mobil ini tetap berada pada kategori kendaraan listrik dengan harga yang terjangkau. Oleh sebab itu, material yang di gunakan masih didominasi bahan berbasis plastik keras yang lebih mengutamakan efisiensi biaya produksi di bandingkan nuansa premium.

Walaupun begitu, tata letak kabin di rancang tetap ergonomis sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi pengemudi maupun penumpang selama melakukan perjalanan sehari-hari.

Wuling Aira EV mobil listrik terbaru dengan desain kompak, dua pilihan baterai, dan jarak tempuh hingga 301 kilometer.

Test drive Wuling Aira EV di Lizhuo, Guanxi, China, Rabu (1/7/2026).

Tersedia Dua Pilihan Baterai

Dari sisi performa, Wuling menyediakan Aira EV dalam dua varian kapasitas baterai agar dapat menyesuaikan kebutuhan konsumen.

Varian pertama menggunakan baterai berkapasitas 16,2 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 205 kilometer berdasarkan standar pengujian CLTC.

Sementara itu, tipe kedua di bekali baterai berkapasitas 25,1 kWh dengan kemampuan jelajah mencapai 301 kilometer dalam sekali pengisian daya menurut pengujian yang sama.

Pilihan tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna, baik untuk mobilitas harian dalam kota maupun perjalanan dengan jarak yang lebih jauh.

Tetap Menggunakan Penggerak Roda Belakang

Seperti halnya Air EV, Wuling Aira EV tetap mengandalkan sistem penggerak roda belakang atau rear wheel drive (RWD).

Mobil listrik ini di persenjatai motor listrik yang menghasilkan tenaga sekitar 40 daya kuda. Selain itu, tersedia tiga pilihan mode berkendara yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Yakni ECO untuk efisiensi energi, Standard untuk penggunaan sehari-hari, serta Sport yang memberikan respons akselerasi lebih baik.

Kombinasi motor listrik, pilihan baterai, serta penggerak roda belakang di harapkan mampu menghadirkan pengalaman berkendara yang nyaman. Sekaligus efisien bagi masyarakat perkotaan.

Wuling Perluas Pilihan Kendaraan Listrik di Indonesia

Kehadiran Wuling Aira EV menjadi bukti bahwa persaingan di pasar kendaraan listrik Indonesia semakin berkembang. Alih-alih menggantikan produk yang telah ada. Wuling memilih memperluas lini produknya agar mampu menjangkau kebutuhan konsumen yang semakin beragam.

Dengan dimensi yang lebih besar, desain baru, pilihan baterai yang lebih variatif, serta tetap mempertahankan karakter mobil listrik perkotaan yang praktis. Wuling Aira EV berpotensi menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik.

Apabila di pasarkan dengan harga yang kompetitif seperti pendahulunya. Aira EV berpeluang memperkuat posisi Wuling sebagai salah satu pemain utama di segmen mobil listrik kompak di Indonesia.