Goncalo Ramos memasuki musim 2026-2027 bersama AC Milan dengan tantangan besar setelah memilih nomor punggung 9. Penyerang asal Portugal tersebut tidak hanya memikul tanggung jawab sebagai pencetak gol, tetapi juga menghadapi sejarah panjang nomor tersebut yang kerap gagal membawa keberuntungan bagi sejumlah striker Rossoneri.
AC Milan mendatangkan Ramos dari Paris Saint-Germain (PSG) dengan nilai transfer 74 juta euro. Investasi besar tersebut membuat Milan menaruh ekspektasi tinggi kepada penyerang berusia 25 tahun itu, terutama dalam membantu lini depan menghasilkan gol secara konsisten.
Ramos kini memulai perjalanan baru di San Siro dengan nomor yang memiliki arti penting bagi seorang penyerang. Namun, catatan para pemilik nomor 9 sebelumnya membuat nomor tersebut sering dikaitkan dengan sebuah “kutukan”.
Nomor 9 AC Milan dan Catatan Para Penyerang
Filippo Inzaghi menjadi salah satu sosok penting yang identik dengan nomor 9 Milan. Setelah Inzaghi terakhir menggunakan nomor tersebut pada musim 2011-2012, Milan memberikan angka yang sama kepada sederet penyerang.
Alexandre Pato, Alessandro Matri, Fernando Torres, Mattia Destro, Luiz Adriano, Gianluca Lapadula, Andre Silva, Gonzalo Higuain, Krzysztof Piatek, Mario Mandzukic, Luka Jovic, hingga Niclas Fullkrug pernah mendapatkan kesempatan mengenakannya.
Namun, sebagian besar nama tersebut tidak mampu memberikan kontribusi maksimal ketika membawa nomor 9 di punggung mereka.
Pato menjadi salah satu contoh yang menarik. Ketika memakai nomor 7 sepanjang periode 2007-2012, penyerang asal Brasil tersebut berhasil mengumpulkan 61 gol. Setelah beralih menggunakan nomor 9 pada musim berikutnya, produktivitasnya menurun drastis. Pato hanya menghasilkan dua gol dan pada saat bersamaan harus menghadapi masalah cedera.
Situasi serupa juga terjadi pada Krzysztof Piatek. Penyerang asal Polandia tersebut tampil menjanjikan ketika mencetak 11 gol dalam 21 pertandingan pada paruh kedua musim 2018-2019. Akan tetapi, performanya menurun pada musim berikutnya. Piatek hanya mampu membukukan lima gol dari 20 pertandingan di seluruh kompetisi.
Jovic dan Fullkrug Belum Mampu Mengubah Tren
Dua penyerang yang menggunakan nomor 9 sebelum Goncalo Ramos juga belum berhasil menghasilkan jumlah gol yang besar.
Luka Jovic mencatat empat gol dari 21 pertandingan sepanjang musim 2024-2025. Setelah itu, Niclas Fullkrug menggunakan nomor yang sama ketika menjalani masa peminjaman pada musim 2025-2026.
Fullkrug menutup periode tersebut dengan torehan satu gol dari 20 pertandingan. Catatan itu membuat pembicaraan mengenai kesulitan pemilik nomor 9 di Milan kembali mengemuka menjelang musim baru.
Meski demikian, Goncalo Ramos tidak menjadikan sejarah tersebut sebagai beban utama. Ia justru melihat pemain lain yang pernah membuktikan bahwa nomor 9 tetap bisa membawa kesuksesan bersama Rossoneri.

Penyerang AC Milan asal Portugal, Goncalo Ramos, merayakan gol pada laga persahabatan pramusim antara Manchester United dan AC Milan di Tarczynski Arena, Wroclaw, Polandia, pada 15 Agustus 2026.
Olivier Giroud Jadi Referensi Goncalo Ramos
Olivier Giroud menjadi contoh yang membuat Ramos tidak terlalu memikirkan anggapan mengenai kutukan nomor 9.
Penyerang asal Perancis tersebut membela Milan selama tiga musim sejak 2021. Giroud mencatatkan 49 gol dalam 132 pertandingan dan ikut berkontribusi ketika Rossoneri meraih gelar Liga Italia ke-19 pada musim 2021-2022.
Keberhasilan Giroud membuat Ramos percaya bahwa performa pemain jauh lebih menentukan daripada angka yang tercetak pada bagian belakang seragam.
Ramos mengaku sudah mendengar cerita mengenai kutukan nomor tersebut. Namun, keberhasilan Giroud membuatnya tidak khawatir. Bagi Ramos, kesempatan mengenakan nomor 9 justru menjadi sebuah kehormatan karena nomor itu memiliki makna besar di Milan.
Penyerang Portugal tersebut juga melihat keputusan klub memberinya nomor tersebut sebagai bentuk kepercayaan. Karena itu, Ramos ingin membalasnya dengan menghasilkan banyak gol untuk Rossoneri.
Goncalo Ramos Mulai Membuka Keran Gol
Ramos sudah memulai kiprahnya di Serie A 2026-2027 dengan dua penampilan. Dari jumlah tersebut, mantan penyerang PSG itu telah mengoleksi satu gol.
Ia mencetak gol pertamanya ketika AC Milan menghadapi Venezia pada giornata kedua. Milan memenangi pertandingan tersebut dengan skor 2-0, sedangkan Ramos ikut memberikan kontribusi melalui golnya.
Gol itu menjadi awal penting dalam perjalanan Ramos sebagai pemilik baru nomor 9. Namun, perjalanan musim masih panjang dan Milan membutuhkan konsistensinya untuk menjaga daya saing tim.
Tantangan berikutnya juga tidak mudah. Rossoneri harus menjalani pertandingan tandang melawan Juventus pada giornata ketiga Serie A.
Juventus Jadi Ujian Berikutnya
Juventus akan menjamu AC Milan di Allianz Stadium pada Senin, 7 September 2026 pukul 01.45 WIB. Pertandingan tersebut memberikan kesempatan berikutnya kepada Ramos untuk menambah koleksi golnya.
Pelatih Milan, Ruben Amorim, tentu membutuhkan kontribusi maksimal dari lini serang untuk mengejar hasil positif dalam pertandingan tersebut. Ramos pun berpeluang kembali memegang peranan penting di lini depan.
Kini perhatian tertuju kepada kemampuan penyerang berusia 25 tahun itu dalam menjaga produktivitas sepanjang musim. Alih-alih memikirkan perjalanan kurang mengesankan sejumlah pendahulunya, Ramos memilih menjadikan keberhasilan Giroud sebagai referensi.
Jika mampu mempertahankan ketajamannya, Goncalo Ramos mempunyai kesempatan untuk membangun cerita berbeda bersama nomor 9 AC Milan sekaligus membuktikan bahwa catatan masa lalu tidak harus menentukan perjalanan pemilik berikutnya.