5 Kuliner Legendaris – Tangerang memiliki kekayaan kuliner yang berkembang sejak lama. Kota ini menyimpan banyak tempat makan legendaris yang masih mempertahankan cita rasa khas hingga sekarang. Beberapa usaha kuliner bahkan telah melewati beberapa generasi.
Sejarah panjang kawasan seperti Pasar Lama Tangerang ikut membentuk tradisi kuliner yang kuat. Wilayah ini berkembang sebagai pusat perdagangan sejak ratusan tahun lalu. Berbagai budaya kemudian memengaruhi jenis makanan yang muncul di kawasan tersebut.
Selain itu, kawasan Pecinan juga menghadirkan pengaruh budaya Tionghoa yang kuat dalam dunia kuliner. Perpaduan tradisi tersebut menciptakan ragam hidangan yang unik dan khas. Hingga kini, banyak tempat makan legendaris tetap ramai dikunjungi masyarakat maupun wisatawan.
Berikut beberapa kuliner legendaris di Tangerang yang masih bertahan hingga saat ini.
Sate Ayam Haji Ishak
Sate Ayam Haji Ishak menjadi salah satu kuliner legendaris di kawasan Pasar Lama Tangerang. Haji Ishak merintis usaha ini pada tahun 1954 dengan menjual sate ayam secara keliling.
Setelah usahanya berkembang, ia membuka kedai tetap di Pasar Lama. Kini keluarga Haji Ishak meneruskan usaha tersebut dan tetap mempertahankan resep asli.
Kedai ini hanya menawarkan sate ayam dengan berbagai pilihan bagian. Pelanggan dapat memilih daging, kulit, ati, ampela, hingga telur muda atau uritan.
Proses pembakaran menggunakan arang batok kelapa. Cara ini menghasilkan aroma khas pada sate yang disajikan. Selain itu, kedai ini menggunakan kacang Madura untuk membuat bumbu kacang yang gurih.
Setiap hari, ribuan tusuk sate terjual kepada pelanggan yang datang dari berbagai daerah.

Foto: Grandyos Zafna
Es Buntin di Kawasan Pecinan
Selain makanan berat, Tangerang juga memiliki minuman legendaris bernama Es Buntin. Kedai ini berada dekat Boen Tek Bio Temple yang merupakan klenteng tertua di kawasan tersebut.
Lim Bun Tin bersama keluarganya mengelola kedai ini sejak sekitar tahun 1980. Banyak orang datang ke tempat ini untuk menikmati es serut khas Pecinan Tangerang.
Es serut disajikan dalam bentuk kerucut. Penjual menambahkan berbagai topping seperti alpukat, kelapa, cincau, cendol, pacar China, serta jelly.
Menu favorit di kedai ini antara lain es campur dan es buah. Selain itu, pengunjung juga dapat mencoba menu unik seperti Es Putsal atau Putri Salju serta Es Bumi Hangus yang memiliki warna hitam khas.
Harga yang terjangkau membuat kedai ini selalu ramai pengunjung.
Bubur Ayam Spesial Ko Iyo
Pecinta bubur ayam di Tangerang mengenal Bubur Ayam Spesial Ko Iyo sebagai salah satu kuliner legendaris. Ko Iyo memulai usaha ini pada tahun 1966.
Awalnya ia menjual bubur dari gerobak sederhana. Namun cita rasa bubur buatannya menarik perhatian banyak pelanggan.
Bubur ini memiliki topping yang lengkap. Penjual menambahkan ayam cincang, tongcai, cakwe, ati ampela, serta daun selada.
Perpaduan berbagai bahan tersebut menciptakan rasa gurih yang khas. Banyak orang datang ke kedai ini untuk menikmati bubur pada sore hingga malam hari.
Harga bubur yang terjangkau juga membuat tempat ini tetap populer hingga sekarang.
Nasi Jagal Ibu Zahra
Kuliner legendaris lainnya di Tangerang adalah Nasi Jagal Ibu Zahra. Kedai ini berlokasi di kawasan Bayur dan mulai beroperasi sejak tahun 1990-an.
Menu utama di tempat ini berupa nasi hangat dengan tumisan daging sapi. Penjual menggunakan sandung lamur atau tetelan sebagai bahan utama.
Mereka memasak daging dengan kecap manis hingga menghasilkan rasa gurih dan sedikit manis. Sambal pedas yang disajikan bersama hidangan ini menambah kenikmatan rasa.
Selain nasi jagal, pelanggan juga sering memesan nasi goreng jagal yang tidak kalah populer.
Kedai ini buka selama 24 jam. Karena itu, banyak orang menjadikannya sebagai pilihan kuliner malam di Tangerang.
Ayam Goreng dan Ayam Bakar Borobudur
Rumah makan Ayam Goreng dan Ayam Bakar Borobudur juga termasuk kuliner legendaris di Tangerang. Aliong mendirikan rumah makan ini pada tahun 1992 di Jalan M. Haryono.
Rumah makan ini terkenal dengan olahan ayam kampung. Koki memasak ayam dengan bumbu ungkep khas sehingga bumbu meresap hingga ke dalam daging.
Ayam goreng memiliki tekstur empuk dengan kremesan gurih yang menjadi favorit pelanggan. Sementara itu, ayam bakar menghadirkan perpaduan rasa manis, pedas, dan sedikit asam.
Pelanggan biasanya menikmati hidangan ini bersama sambal terasi khas. Selain ayam, rumah makan ini juga menawarkan menu pelengkap seperti sayur asem, tahu, dan tempe.
Harga menu di tempat ini masih terjangkau sehingga cocok untuk makan bersama keluarga.
Kuliner Legendaris sebagai Identitas Kota
Kuliner legendaris tidak hanya menghadirkan makanan yang lezat. Tempat makan tersebut juga menyimpan cerita panjang tentang perkembangan sebuah kota.
Generasi penerus terus menjaga resep dan cara memasak yang diwariskan pendiri usaha. Upaya tersebut membuat cita rasa khas tetap bertahan hingga sekarang.
Selain itu, kuliner legendaris juga menarik minat wisatawan yang ingin mengenal sejarah lokal melalui makanan. Banyak orang mengunjungi Tangerang untuk mencicipi hidangan khas yang telah bertahan puluhan tahun.
Karena itu, kuliner legendaris menjadi bagian penting dari identitas kota. Keberadaan tempat makan tersebut membantu menjaga tradisi kuliner agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.