All England 2026 – pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, berhasil meraih kemenangan pada babak 32 besar All England 2026. Mereka mengalahkan pasangan asal China, Gao Jia Xuan dan Wu Meng Ying, dalam pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena, Birmingham.
Kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Jafar dan Felisha. Pasangan muda Indonesia itu menjalani debut mereka di turnamen bulu tangkis bergengsi tersebut. Meskipun baru pertama kali tampil di All England, keduanya mampu menunjukkan permainan yang kompetitif dan percaya diri.
Sejak awal pertandingan, kedua pasangan langsung menampilkan permainan yang ketat. Jafar dan Felisha menghadapi tekanan dari pasangan China yang juga tampil agresif. Namun, pasangan Indonesia tetap berusaha menjaga ritme permainan dan terus mencari celah untuk mencetak poin.
Pertandingan Ketat di Gim Pertama
Pada gim pertama, pertandingan berlangsung dengan tempo cepat dan saling kejar angka. Kedua pasangan beberapa kali mencatatkan skor imbang, termasuk pada kedudukan 7-7 dan 8-8.
Setelah itu, pasangan Gao Jia Xuan dan Wu Meng Ying sempat memimpin jalannya pertandingan. Mereka berhasil menutup interval gim pertama dengan keunggulan 11-9.
Namun, setelah jeda pertandingan, Jafar dan Felisha mulai meningkatkan kualitas permainan. Mereka memperbaiki koordinasi dalam menyerang maupun bertahan sehingga mampu memberikan tekanan kepada lawan.
Perubahan strategi tersebut mulai memberikan hasil. Jafar dan Felisha berhasil membalikkan keadaan dan memimpin dengan skor 16-15. Momentum positif terus berlanjut ketika pasangan Indonesia menambah keunggulan menjadi 19-17.
Meski begitu, pasangan China tidak menyerah begitu saja. Gao dan Wu kembali mengejar ketertinggalan dan bahkan sempat memperoleh gim poin pada kedudukan 20-19.
Jafar dan Felisha menunjukkan ketenangan saat menghadapi situasi tersebut. Mereka berhasil menyamakan skor menjadi 20-20 sebelum akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan 24-22.

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu menghadapi ganda campuran Cina, Gao Jia Xuan/Wu Meng Ying dalam babak 32 besar All England 2026.
Dominasi Jafar/Felisha pada Gim Kedua
Memasuki gim kedua, Jafar dan Felisha tampil lebih percaya diri. Keunggulan pada gim pertama memberikan dorongan mental yang positif bagi pasangan Indonesia tersebut.
Sejak awal gim kedua, keduanya mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Mereka memainkan strategi yang lebih efektif dalam mengatur tempo permainan.
Pasangan Indonesia berhasil memimpin saat interval dengan skor 11-7. Keunggulan tersebut menunjukkan bahwa Jafar dan Felisha mulai menemukan ritme permainan terbaik mereka.
Setelah interval, pasangan China sempat menambah satu poin. Namun, Jafar dan Felisha segera merespons dengan mencetak lima poin berturut-turut sehingga memperlebar keunggulan menjadi 16-8.
Permainan yang solid membuat pasangan Indonesia semakin percaya diri. Mereka terus menekan lawan melalui kombinasi serangan cepat dan pertahanan yang disiplin.
Dominasi tersebut berlanjut hingga akhir pertandingan. Jafar dan Felisha memperoleh gim poin pada kedudukan 20-12 sebelum akhirnya mengamankan kemenangan pada gim kedua dengan skor 21-13.
Tantangan Sesama Wakil Indonesia di Babak Berikutnya
Kemenangan ini membawa Jafar dan Felisha melangkah ke babak 16 besar All England 2026. Pada fase berikutnya, mereka akan menghadapi pasangan ganda campuran Indonesia lainnya, Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah.
Pertemuan antara dua pasangan Indonesia tersebut menciptakan duel sesama wakil nasional di babak 16 besar. Situasi ini membuat salah satu pasangan harus terhenti meskipun keduanya sama-sama membawa harapan bagi Indonesia.
Jafar mengungkapkan rasa syukurnya setelah menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Ia juga mengakui bahwa performa mereka belum mencapai kondisi terbaik.
Meski demikian, kemenangan pada gim pertama memberikan kepercayaan diri tambahan bagi mereka. Hal tersebut membantu pasangan Indonesia mengontrol tempo permainan pada gim kedua.
Felisha juga menyampaikan pandangannya mengenai pertandingan berikutnya. Ia menyayangkan bahwa mereka harus menghadapi sesama wakil Indonesia pada babak 16 besar.
Menurutnya, jika undian berbeda, kedua pasangan Indonesia berpeluang melangkah lebih jauh secara bersamaan di turnamen tersebut.
Harapan Indonesia di Turnamen All England 2026
All England merupakan salah satu turnamen bulu tangkis tertua dan paling prestisius di dunia. Setiap tahun, turnamen ini mempertemukan pemain-pemain terbaik dari berbagai negara.
Kehadiran pasangan muda seperti Jafar dan Felisha menunjukkan adanya regenerasi dalam sektor ganda campuran Indonesia. Penampilan mereka di babak awal memberikan harapan bagi perkembangan prestasi bulu tangkis nasional.
Selain itu, pertandingan sesama wakil Indonesia pada babak berikutnya juga menunjukkan kekuatan sektor ganda campuran yang semakin kompetitif.
Para penggemar bulu tangkis Indonesia tentu berharap para atlet mampu menunjukkan performa terbaik mereka sepanjang turnamen. Dengan persaingan yang ketat, setiap pertandingan menjadi kesempatan penting untuk membuktikan kualitas permainan di tingkat dunia.
Ke depan, pengalaman bertanding di turnamen besar seperti All England dapat menjadi modal penting bagi para atlet muda Indonesia. Melalui pengalaman tersebut, mereka dapat terus meningkatkan kemampuan dan bersaing di level internasional.