Candra Wijaya – upaya memperkuat prestasi bulu tangkis Indonesia tidak hanya bergantung pada atlet elite, tetapi juga pada sistem pembinaan yang berkelanjutan sejak usia dini. Dalam konteks tersebut, legenda bulu tangkis Indonesia Candra Wijaya kembali mengambil peran strategis dengan memperluas program pembinaan yang ia rintis selama bertahun-tahun.
Pada Februari 2026, Candra Wijaya menyelenggarakan turnamen bertajuk Single Special Championships 2026 Presented by Candra Wijaya. Ajang ini berlangsung di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya, Banten, selama tiga hari. Kejuaraan ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya secara khusus mempertandingkan nomor tunggal di seluruh kelompok usia.
Turnamen Tunggal dengan Cakupan Usia Lengkap
Single Special Championships 2026 menghadirkan partisipasi yang sangat luas. Sebanyak 330 pebulu tangkis dari 130 klub dan perkumpulan mengikuti kejuaraan ini. Panitia membagi nomor pertandingan ke dalam beberapa kelompok usia, mulai dari pra usia dini (U-9), usia dini (U-11), anak-anak (U-13), pemula (U-15), remaja (U-17), hingga kelompok dewasa amatir usia 30 tahun ke atas.
Cakupan usia yang lengkap ini menunjukkan keseriusan penyelenggara dalam membangun jalur pembinaan yang berkesinambungan. Dengan memberi ruang kompetisi sejak usia sangat muda, turnamen ini mendorong atlet untuk mengasah kemampuan teknik, mental, dan daya saing secara bertahap.

Candra Wijaya berfoto bersama dengan atlet binaannya yang berhasil meraih podium di turnamen yang kali pertama diselenggarakan di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya, Banten, Sabtu
Lanjutan Komitmen Pembinaan Jangka Panjang
Candra Wijaya menegaskan bahwa kejuaraan khusus tunggal ini merupakan kelanjutan dari program pembinaan yang telah ia jalankan sejak lama. Sejak 2009, ia secara konsisten menggelar kejuaraan khusus nomor ganda yang pada 2025 telah memasuki edisi ke-13. Melalui pengalaman tersebut, ia menilai sektor tunggal juga membutuhkan perhatian dan wadah kompetisi yang setara.
Melalui Single Special Championships, Candra ingin menanamkan budaya pembinaan atlet tunggal sejak dini. Ia memandang penguatan sektor tunggal sebagai bagian penting dari visi besar untuk memajukan prestasi bulu tangkis nasional secara menyeluruh, bukan hanya bertumpu pada sektor ganda yang selama ini menjadi kekuatan Indonesia.
Mendorong Regenerasi dan Pelestarian Prestasi
Kejuaraan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pembentukan karakter atlet muda. Dengan mengikuti turnamen resmi, para pemain belajar menghadapi tekanan pertandingan, menghormati lawan, serta membangun sportivitas sejak usia dini.
Candra berharap kejuaraan khusus tunggal ini mampu menggairahkan pembinaan di klub-klub daerah. Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan antara kompetisi usia dini dan jenjang prestasi yang lebih tinggi, sehingga Indonesia dapat terus melahirkan atlet tunggal yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Munculnya Talenta Muda Berprestasi
Hasil pertandingan menunjukkan potensi besar dari sejumlah atlet muda. Pada nomor tunggal putri usia dini (U-11), Kharissa Lubna Ramadhani dari SDN Ciracas 06 Jakarta Timur tampil sebagai juara setelah melewati pertandingan ketat melawan Zevanya Cantika Hamzah dari Sriwijaya Badminton Academy.
Sementara itu, di kelompok tunggal remaja (U-17) putri, Haura Kamila Assopiah dari Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya menunjukkan dominasi dengan permainan solid hingga meraih gelar juara. Pada sektor putra, Muhammad Haufanhazza Firdaus dari Amour Badminton Club berhasil menjadi yang terbaik di kelompok pra usia dini (U-9).
Pada kategori tunggal pemula (U-15) putra, Didin Khoerul Ma’mur dari klub tuan rumah tampil konsisten hingga meraih gelar juara. Prestasi-prestasi ini memperlihatkan hasil positif dari pembinaan usia dini yang terstruktur dan kompetitif.
Prestasi Klub dan Evaluasi Pembinaan
Berkat raihan dua medali emas dan satu perak, Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya keluar sebagai juara umum kejuaraan. Capaian ini mencerminkan kualitas sistem pembinaan yang diterapkan klub tersebut, mulai dari aspek teknik hingga kesiapan mental atlet.
Kejuaraan ini juga memberi kesempatan bagi pelatih dan pengurus klub untuk melakukan evaluasi terhadap perkembangan atlet. Melalui pertandingan nyata, klub dapat mengidentifikasi kelebihan dan aspek yang masih perlu ditingkatkan dalam program latihan.
Apresiasi dari Pengurus PBSI Daerah
Ketua Pengprov PBSI Banten, Sudarto Adinagoro, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan turnamen ini. Ia menilai Single Special Championships sebagai bagian penting dari proses panjang pembinaan atlet tunggal.
Menurutnya, ajang seperti ini membuka peluang lahirnya atlet-atlet potensial yang kelak mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional dan internasional. Ia juga mengapresiasi inisiatif Candra Wijaya yang terus berkontribusi aktif bagi kemajuan bulu tangkis nasional, bahkan setelah pensiun dari dunia atlet.
Kesimpulan
Single Special Championships 2026 menunjukkan bahwa pembinaan bulu tangkis yang berkelanjutan membutuhkan komitmen, visi jangka panjang, dan kolaborasi berbagai pihak. Melalui kejuaraan khusus tunggal ini, Candra Wijaya tidak hanya menyediakan ruang kompetisi, tetapi juga memperkuat fondasi regenerasi atlet nasional.
Dengan dukungan klub, pelatih, dan organisasi bulu tangkis, ajang ini berpotensi menjadi model pembinaan yang mendorong lahirnya atlet tunggal Indonesia yang tangguh dan berdaya saing global di masa depan.