Kekeringan Di Sumenep membuat puluhan keluarga di Dusun Marang, Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Menurunnya debit sumber air memaksa warga mengandalkan pasokan dari luar lingkungan tempat tinggal mereka.
Kondisi tersebut mendorong Polresta Sumenep menyalurkan bantuan pada Senin (21/9/2026). Sebanyak 40 kepala keluarga yang tinggal di RT 04 RW 09 Dusun Marang menjadi penerima bantuan air bersih.
Polresta Sumenep membawa total 12.000 liter air menggunakan dua truk tangki. Setelah kendaraan tiba di lokasi, warga membawa berbagai tempat penampungan, mulai dari galon, jeriken hingga ember, untuk membawa air ke rumah masing-masing.
Bantuan itu menjadi pasokan penting bagi keluarga yang mengalami keterbatasan air selama musim kemarau. Pasalnya, sumber yang biasa mereka manfaatkan mengalami penurunan debit dan tidak lagi mampu mencukupi seluruh kebutuhan sehari-hari.
Debit Sumber Air Menurun saat Musim Kemarau
Kesulitan memperoleh air bersih di Desa Larangan Barma tidak hanya muncul saat penyaluran pada 21 September. Beberapa hari sebelumnya, warga di desa yang sama juga telah menerima bantuan karena menghadapi persoalan serupa.
Pada 15 September 2026, Babinsa Koramil 0827/15 Batuputih, Serma Sumarwi, turut menyalurkan air bersih kepada masyarakat Desa Larangan Barma. Kegiatan tersebut menyasar warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari selama kemarau.
Rangkaian bantuan dalam rentang kurang dari satu pekan itu menunjukkan adanya kebutuhan pasokan air di tingkat warga. Namun, informasi yang tersedia tidak menyebutkan berapa lama penurunan debit sumber air telah berlangsung maupun volume kebutuhan air harian seluruh penduduk Desa Larangan Barma.
Sementara itu, penyaluran pada Senin berfokus pada 40 keluarga di Dusun Marang RT 04 RW 09. Polresta Sumenep mengalokasikan dua kendaraan tangki untuk membawa 12.000 liter air ke kawasan tersebut. Informasi mengenai volume dan lokasi penyaluran ini juga tercatat dalam pemberitaan lokal mengenai kegiatan Polresta Sumenep.

Warga dan polisi saling membantu membagikan air bagi yang terdampak kekeringan di Sumenep, Jawa Timur.
Polresta Sumenep Bawa Dua Truk Tangki
Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu datang ke lokasi untuk memantau distribusi air kepada masyarakat. Selain melihat proses pembagian, ia berdialog dengan warga mengenai kondisi pasokan air yang mereka hadapi.
Menurut Ariek, kepolisian mengambil langkah tersebut karena masyarakat membutuhkan air untuk aktivitas dasar rumah tangga. Musim kemarau telah mengurangi debit sumber air yang selama ini menjadi tumpuan warga.
Karena itu, Polresta Sumenep berupaya membantu kelompok masyarakat yang mulai kesulitan memperoleh pasokan. Ariek juga menekankan pentingnya memastikan air yang dibawa petugas benar-benar bermanfaat bagi keluarga penerima.
Warga kemudian menampung air dari truk tangki menggunakan wadah yang mereka bawa. Dengan demikian, setiap keluarga dapat membawa persediaan tersebut ke rumah untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.
Penyaluran 12.000 liter air itu tidak menyelesaikan persoalan ketersediaan sumber air secara permanen. Akan tetapi, pasokan tersebut membantu memenuhi kebutuhan warga Dusun Marang ketika debit sumber lokal sedang menurun.
Bantuan Air Sudah Masuk Desa Larangan Barma Sejak Pertengahan September
Sebelum Polresta Sumenep datang ke Dusun Marang, bantuan serupa telah menyasar Desa Larangan Barma. Pada Selasa (15/9/2026), Babinsa Koramil 0827/15 Batuputih menyalurkan air kepada masyarakat yang menghadapi keterbatasan pasokan akibat kemarau.
Serma Sumarwi saat itu menjelaskan bahwa penyaluran bertujuan membantu kebutuhan masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih. Warga menyambut bantuan tersebut karena air menjadi salah satu kebutuhan yang semakin sulit mereka penuhi selama periode kemarau.
Enam hari kemudian, Polresta Sumenep kembali membawa pasokan ke wilayah desa yang sama. Kali ini, distribusi secara khusus menjangkau keluarga di Dusun Marang RT 04 RW 09.
Polresta Sumenep menyatakan akan melanjutkan kegiatan sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan. Kepolisian juga menempatkan warga terdampak kekeringan sebagai salah satu kelompok yang memerlukan perhatian selama musim kemarau.
Bagi masyarakat Dusun Marang, ketersediaan pasokan dari luar menjadi penting selama sumber air setempat belum mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga. Karena itu, distribusi menggunakan truk tangki menjadi salah satu cara untuk menyediakan air kepada keluarga yang saat ini menghadapi keterbatasan pasokan.