Kebakaran Limbah Kayu Pekalongan menguras tenaga petugas pemadam kebakaran setelah api membakar tumpukan limbah kayu di Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Senin (3/8/2026). Tim pemadam membutuhkan waktu sekitar 6,5 jam untuk mengendalikan kobaran api yang menyebar di area seluas sekitar dua hingga tiga hektare. Sulitnya akses menuju sumber air serta bara api yang terus bertahan di bawah tumpukan kayu membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama.

Petugas menerima laporan dari warga pada sore hari dan segera bergerak menuju lokasi. Setelah melalui proses pemadaman yang panjang, tim akhirnya berhasil menguasai api sekitar pukul 22.00 WIB. Meski demikian, petugas tetap melanjutkan proses pendinginan agar bara api yang masih tersembunyi tidak kembali memicu kebakaran.

Proses Pemadaman Berlangsung Selama 6,5 Jam

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro, menjelaskan bahwa laporan kebakaran masuk sekitar pukul 15.25 WIB. Tidak lama kemudian, petugas langsung mengirim satu unit mobil pemadam menuju lokasi dan tiba hanya lima menit setelah menerima informasi.

Setelah melakukan penanganan awal, tim mengetahui bahwa kobaran api tidak mudah dipadamkan. Bara api terus muncul dari sela-sela tumpukan limbah kayu yang cukup tebal. Kondisi tersebut membuat petugas segera menambah kekuatan dengan mengirim dua armada pemadam tambahan.

Selain mengerahkan tiga unit mobil pemadam, tim juga memperoleh bantuan kendaraan tangki air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta dukungan dari Damkar Kodim. Seluruh personel bekerja secara bergantian untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas ke area sekitar.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah petugas berjibaku selama kurang lebih 6,5 jam. Api berhasil dikuasai sekitar pukul 22.00 WIB sehingga penyebarannya dapat dihentikan.

Bara Api di Bawah Tumpukan Kayu Menjadi Kendala Utama

Meski kobaran api sudah berhasil di kendalikan, pekerjaan petugas belum selesai. Tim langsung melaksanakan proses pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada titik panas yang masih tersisa.

Petugas terus menyemprotkan air ke seluruh area kebakaran, terutama pada bagian bawah tumpukan limbah kayu. Langkah tersebut sangat penting karena bara api masih dapat bertahan di bawah permukaan material meskipun bagian atas terlihat telah padam.

Menurut Wahyu Kuncoro, bara api yang tersimpan di sela-sela limbah kayu menjadi tantangan terbesar selama proses penanganan. Kondisi tersebut membuat api terus menyala sehingga membutuhkan waktu lebih lama di bandingkan kebakaran pada umumnya.

Seluruh personel tetap bersiaga di lokasi hingga proses pendinginan benar-benar selesai. Dengan cara itu, petugas dapat memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Kebakaran Limbah Kayu Pekalongan

Dokumentasi/Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan: Personil Satpol PP dan Damkarmat Kabupaten Pekalongan sedang memadamkan api yang melahap tumpukan kayu di Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan pada Senin sore (3/8).

Sumber Air Jauh dan Medan Sulit Hambat Penanganan

Selain menghadapi bara api yang sulit di jangkau, petugas juga menemui hambatan lain selama proses pemadaman. Lokasi sumber air berada cukup jauh dari titik kebakaran sehingga distribusi air memerlukan waktu lebih lama.

Di sisi lain, kondisi medan juga menyulitkan mobilitas petugas. Tumpukan limbah kayu yang menumpuk dalam jumlah besar membuat akses menuju pusat api menjadi terbatas. Akibatnya, tim harus bekerja lebih hati-hati saat menyemprotkan air agar seluruh bagian yang terbakar dapat di jangkau.

Untuk mendukung operasi tersebut, petugas mengoperasikan tiga unit mobil pemadam kebakaran serta satu kendaraan operasional jenis Hilux. Seluruh armada bekerja secara terpadu selama proses pemadaman berlangsung.

Kerja sama antarlembaga juga membantu mempercepat pengendalian api. Dukungan kendaraan tangki air dari BPBD dan Damkar Kodim memberikan tambahan pasokan air sehingga proses pemadaman dapat terus berlangsung tanpa jeda yang terlalu lama.

Penyebab Kebakaran Masih Dalam Penyelidikan

Hingga proses penanganan selesai, petugas masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Berdasarkan informasi sementara, api di duga berkaitan dengan tumpukan limbah kayu yang terbakar. Namun, petugas belum menyimpulkan penyebab utamanya karena penyelidikan masih berlangsung.

Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Selain itu, petugas juga masih mendata nilai kerugian material akibat kebakaran yang menghanguskan area cukup luas tersebut.

Setelah memastikan seluruh titik api benar-benar padam, petugas menetapkan status lokasi sebagai clear and safe. Meski demikian, masyarakat tetap di minta meningkatkan kewaspadaan apabila menemukan asap atau bara api yang muncul kembali di lokasi bekas kebakaran.

Pihak Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan mengimbau warga agar segera melaporkan setiap tanda munculnya titik api kepada petugas. Langkah cepat dari masyarakat di nilai sangat penting untuk mencegah kebakaran susulan sekaligus mempercepat penanganan apabila kondisi darurat kembali terjadi. Dengan kolaborasi antara warga dan petugas, potensi meluasnya kebakaran dapat di minimalkan sehingga keselamatan lingkungan sekitar tetap terjaga.