Teknologi Militer Indonesia (TMI) – upaya Indonesia untuk membangun kemandirian di sektor industri otomotif kembali menunjukkan perkembangan signifikan. PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) saat ini mengemban mandat strategis untuk mengembangkan mobil nasional berbasis teknologi dalam negeri. Dalam menjalankan tugas tersebut, perusahaan membentuk tim khusus bernama Indigenous Indonesian Car (i2C) yang fokus merancang dan merealisasikan kendaraan listrik karya anak bangsa.

Inisiatif ini tidak hanya bertujuan menghadirkan satu model kendaraan, tetapi juga membangun ekosistem otomotif nasional yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pengembangan i2C di rancang sebagai proyek jangka panjang dengan portofolio produk yang terus berkembang agar mampu bersaing dan tetap relevan di pasar domestik.

Mobil nasional listrik Indonesia versi 5 penumpang

Proyek mobil nasional I2C yang digarap oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI)

Rencana Pengembangan Model Berkelanjutan

Pada tahap awal, tim i2C mengembangkan mobil nasional dengan konfigurasi SUV berkapasitas tujuh penumpang. Model ini diposisikan sebagai kendaraan keluarga yang sesuai dengan karakteristik pasar Indonesia. Namun demikian, TMI tidak berhenti pada satu varian saja.

Presiden Direktur PT TMI, Harsusanto, menjelaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan rencana pengembangan model lanjutan. Ia menegaskan bahwa pada tahun kedua atau ketiga setelah peluncuran mobil nasional pertama, TMI akan menghadirkan varian baru. Strategi ini bertujuan menjaga daya tarik produk sekaligus mencegah kejenuhan konsumen.

Menurut Harsusanto, setelah versi tujuh penumpang resmi dipasarkan, TMI akan meluncurkan model lima penumpang sebagai opsi yang lebih ringkas dan fleksibel. Dengan pendekatan ini, i2C berupaya menjangkau segmen pasar yang lebih luas, mulai dari keluarga besar hingga pengguna perkotaan yang membutuhkan kendaraan berukuran lebih kompak.

Kolaborasi Multisektor dalam Pengembangan Teknologi

Dalam proses pengembangan mobil nasional, PT TMI mengedepankan kolaborasi lintas sektor. Perusahaan tidak hanya mengandalkan sumber daya internal, tetapi juga melibatkan berbagai institusi akademik dan lembaga riset nasional. Langkah ini mencerminkan komitmen TMI untuk membangun kendaraan yang berbasis riset dan inovasi.

Sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia turut berkontribusi dalam proyek ini. Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, serta Universitas Indonesia terlibat aktif dalam berbagai aspek pengembangan, khususnya desain dan teknologi.

Keterlibatan akademisi memungkinkan transfer pengetahuan dan pemanfaatan hasil riset yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, pengembangan i2C tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia nasional.

Peran Universitas dalam Desain dan Baterai

Dalam kolaborasi tersebut, masing-masing institusi mengambil peran sesuai dengan kompetensinya. Tim dari Universitas Indonesia, misalnya, telah menjalin kerja sama dengan perusahaan desain otomotif internasional Italdesign. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat aspek desain kendaraan agar mampu bersaing secara estetika dan fungsional di pasar global.

Sementara itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember berkontribusi dalam pengembangan sel baterai. Peran ini menjadi sangat penting mengingat i2C dirancang sebagai kendaraan listrik. Dengan mengembangkan teknologi baterai secara mandiri, Indonesia berpeluang mengurangi ketergantungan pada impor komponen strategis sekaligus memperkuat rantai pasok nasional.

Keterlibatan Profesional Industri Otomotif

Selain akademisi, TMI juga melibatkan para profesional yang memiliki pengalaman di industri otomotif global. Beberapa tenaga ahli yang sebelumnya bekerja di pabrikan ternama seperti Audi dan BMW turut ambil bagian dalam proyek ini. Selain itu, individu dengan latar belakang dari grup Astra juga berkontribusi dalam pengembangan mobil nasional.

Keterlibatan para profesional tersebut memperkaya perspektif teknis dan manajerial dalam proyek i2C. Pengalaman mereka membantu memastikan bahwa standar kualitas, keselamatan, dan performa kendaraan tetap terjaga. Kolaborasi ini sekaligus menunjukkan bahwa proyek mobil nasional mampu menarik talenta terbaik untuk bekerja bersama demi kepentingan Indonesia.

Visi Jangka Panjang Mobil Nasional

Melalui proyek i2C, PT TMI menargetkan lebih dari sekadar peluncuran produk otomotif. Perusahaan ingin membangun fondasi industri kendaraan listrik nasional yang kuat dan berdaya saing. Dengan menggabungkan kekuatan industri, akademisi, dan profesional berpengalaman, i2C diharapkan menjadi simbol kemandirian teknologi Indonesia.

Pengembangan model berkelanjutan, kolaborasi riset, serta fokus pada inovasi menjadi kunci utama strategi ini. Dalam jangka panjang, mobil nasional i2C berpotensi mendorong pertumbuhan industri pendukung, membuka lapangan kerja, dan mempercepat transformasi menuju ekosistem kendaraan listrik yang mandiri.