Perkembangan teknologi – mendorong ponsel menjadi bagian penting dari rutinitas harian masyarakat. Banyak orang membawa ponsel ke berbagai tempat, termasuk kamar mandi. Saat buang air besar, sebagian orang memilih menggunakan ponsel untuk membaca berita, membuka media sosial, atau menonton video. Mereka melakukan hal tersebut untuk menghindari rasa bosan dan mengisi waktu.

Namun, kebiasaan ini sering membuat seseorang duduk terlalu lama di toilet. Buang air besar seharusnya berlangsung singkat dan mengikuti dorongan alami tubuh. Ketika seseorang fokus pada layar ponsel, perhatian terhadap kondisi tubuh berkurang. Akibatnya, seseorang tetap duduk meskipun proses buang air besar sudah selesai, sehingga durasi tekanan pada area anus meningkat.

Seseorang menggunakan ponsel saat buang air besar di toilet dan berisiko mengalami wasir

Benjolan ambeien bisa diatasi dengan cara alami seperti merendam bokong dengan campuran air hangat dengan garam epsom. Namun, apabila perawatan ala rumahan tidak dapat mengatasi ambeien, Anda mungkin membutuhkan tindakan operasi.(Shutterstock/New Africa)

Duduk Lama di Toilet Meningkatkan Risiko Wasir

Kebiasaan menggunakan ponsel saat buang air besar dapat meningkatkan risiko wasir atau ambeien. Wasir muncul ketika pembuluh darah vena di sekitar anus atau rektum bagian bawah mengalami pembesaran akibat tekanan berlebih. Duduk terlalu lama di kloset secara langsung meningkatkan tekanan tersebut.

Seseorang seharusnya pergi ke toilet hanya ketika dorongan buang air besar sudah muncul. Namun, banyak orang justru duduk sambil menunggu dorongan tersebut atau tetap berada di toilet karena asyik bermain ponsel. Perilaku ini memperpanjang waktu duduk dan memperbesar risiko terjadinya pembengkakan pembuluh darah di area anus.

Gaya Hidup Modern Memengaruhi Tekanan pada Anus

Gaya hidup modern turut berperan dalam meningkatnya kasus wasir. Banyak orang kini menggunakan kloset duduk, yang cenderung meningkatkan tekanan pada rektum saat buang air besar. Saat seseorang mengejan dalam posisi duduk, tekanan langsung tertuju pada pembuluh darah di sekitar anus.

Selain itu, pola makan rendah serat sering memicu masalah pencernaan. Asupan serat yang tidak mencukupi membuat tinja menjadi keras dan sulit keluar. Kondisi ini memaksa seseorang mengejan lebih kuat saat buang air besar. Kombinasi antara mengejan dan duduk terlalu lama di toilet meningkatkan risiko wasir secara signifikan.

Kurangnya Aktivitas Fisik dan Faktor Risiko Lain

Kurangnya aktivitas fisik juga meningkatkan risiko wasir. Orang yang jarang bergerak dan menghabiskan waktu lama dalam posisi duduk, baik saat bekerja maupun beristirahat, cenderung mengalami gangguan pada sirkulasi darah di area panggul. Kondisi ini sering muncul pada individu usia produktif, khususnya antara 35 hingga 50 tahun, dan lebih banyak dialami oleh laki-laki.

Kehamilan juga meningkatkan risiko wasir. Pertumbuhan janin menambah tekanan di dalam rongga perut dan memengaruhi aliran darah di area panggul. Tekanan tersebut dapat menyebabkan pembuluh darah di sekitar anus membesar. Selain itu, kelebihan berat badan atau obesitas menambah beban pada pembuluh darah vena, sehingga meningkatkan kemungkinan munculnya wasir.

Gejala Wasir yang Mengganggu Aktivitas

Wasir menimbulkan berbagai gejala yang dapat mengganggu kenyamanan. Penderita sering merasakan gatal, nyeri, atau perih di area anus. Dalam beberapa kasus, darah dapat muncul saat buang air besar. Gejala ini sering membuat penderitanya merasa tidak nyaman saat duduk atau melakukan aktivitas sehari-hari.

Jika seseorang mengabaikan gejala awal, kondisi wasir dapat berkembang menjadi lebih parah. Oleh karena itu, pengenalan gejala sejak dini sangat penting agar seseorang dapat segera melakukan langkah pencegahan dan perbaikan gaya hidup.

Upaya Pencegahan dan Penanganan Wasir

Pencegahan wasir dapat dimulai dengan perubahan gaya hidup sederhana. Seseorang perlu meningkatkan konsumsi makanan berserat tinggi seperti sayur, buah, dan biji-bijian agar proses buang air besar berjalan lancar. Selain itu, pembatasan makanan terlalu pedas dan makanan yang memicu gas dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Menghentikan kebiasaan membawa ponsel ke toilet juga menjadi langkah penting. Buang air besar sebaiknya dilakukan secara efisien tanpa distraksi agar durasi duduk tidak terlalu lama. Dalam banyak kasus, dokter menangani wasir dengan pendekatan konservatif melalui perubahan pola makan dan aktivitas fisik. Tindakan medis lanjutan biasanya dilakukan hanya jika kondisi tidak menunjukkan perbaikan.

Dengan mengurangi kebiasaan bermain ponsel saat buang air besar serta menerapkan pola hidup aktif dan sehat, seseorang dapat menurunkan risiko wasir dan menjaga kesehatan jangka panjang secara optimal.