Banteng Motorsport – kembali menunjukkan daya saingnya dalam ajang balap ketahanan nasional melalui partisipasi di Pertamina Endurance Race 6 Hours yang digelar di Sirkuit Mandalika. Kompetisi ini menuntut ketahanan kendaraan, konsistensi strategi, serta koordinasi tim yang solid selama enam jam penuh. Dalam ajang tersebut, Banteng Motorsport berhasil membuktikan kematangan tim dengan meraih satu podium dan membawa seluruh mobil mencapai garis finis, meskipun sempat menghadapi berbagai tantangan teknis.
Partisipasi ini menjadi penanda konsistensi Banteng Motorsport dalam dunia balap endurance. Sejak debutnya di ajang Sepang 1000 km pada 2023, tim terus mengembangkan pendekatan teknis dan strategi balap yang menitikberatkan pada keandalan kendaraan serta manajemen lomba jangka panjang.
Komposisi Pembalap Internasional dan Nasional
Pada Pertamina Endurance Race 6 Hours kali ini, Banteng Motorsport menurunkan tiga mobil di kategori ITCR 1200 cc. Tim memadukan pembalap internasional dan nasional untuk menjaga keseimbangan antara pengalaman global dan pemahaman karakter lintasan lokal.
Dua pembalap internasional memperkuat tim, yakni Jonatan Xie asal Singapura dan Igors Brainins dari Latvia. Keduanya membawa pengalaman balap internasional yang berharga, terutama dalam menghadapi tekanan balap endurance. Sementara itu, jajaran pembalap nasional terdiri dari Hendra Widjanarko, M. Ichsan, David Djaja, M. Rayhan Tania, Davino Satria, serta Fladdy Malik. Kolaborasi ini menciptakan sinergi yang mendukung performa tim secara keseluruhan.

Banteng Motorsport berhasi meraih podium dalam ajang Pertamina Endurance 6 Hours Mandalika 2026 meski sempat diganggu kendala teknis.
Strategi Tim Berfokus pada Reliabilitas
Menghadapi balapan berdurasi panjang, Banteng Motorsport menyusun strategi yang berfokus pada reliabilitas kendaraan dan minimnya gangguan teknis. Tim melakukan penguatan serta penggantian sejumlah komponen penting sebelum lomba dimulai. Langkah ini bertujuan memastikan kondisi mobil tetap optimal sejak sesi start hingga finis.
Pendekatan ini mencerminkan filosofi balap endurance yang tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga ketahanan mesin, efisiensi pit stop, dan pengambilan keputusan yang tepat sepanjang lomba. Dengan pengalaman yang semakin matang, Banteng Motorsport mampu menjalankan strategi ini secara disiplin.
Tantangan Teknis pada Mobil Nomor 533
Meski persiapan berjalan matang, tantangan tetap muncul selama balapan. Mobil nomor 533 yang di kemudikan oleh Hendra Widjanarko, M. Ichsan, dan Jonatan Xie mengalami kendala teknis sejak awal. Masalah muncul akibat bahan bakar yang tercampur air, sehingga memengaruhi performa kendaraan sejak sesi kualifikasi.
Akibat kendala tersebut, mobil nomor 533 harus memulai balapan dari posisi paling belakang. Pada fase awal lomba, mobil kembali menghadapi gangguan ketika piggyback ECU masuk ke mode aman karena pembacaan rasio udara dan bahan bakar yang tidak akurat. Situasi ini memaksa tim mengambil keputusan cepat dan strategis.
Saat pit stop, tim memilih untuk melepas piggyback ECU agar mobil dapat kembali melanjutkan balapan. Keputusan ini memang mengurangi tenaga mesin, tetapi memungkinkan kendaraan tetap bertahan hingga akhir lomba. Langkah tersebut menunjukkan kemampuan tim dalam beradaptasi di tengah tekanan balap endurance.
Hasil Kompetitif di Tengah Kendala
Terlepas dari berbagai tantangan, Banteng Motorsport tetap mencatatkan hasil yang kompetitif. Mobil nomor 44 yang di kemudikan oleh David Djaja, Rayhan Tania, dan Davino Satria berhasil mengamankan podium ketiga. Sementara itu, mobil nomor 123 yang diperkuat Fladdy Malik dan Igors Brainins finis di posisi keempat setelah menjalani balapan yang konsisten.
Mobil nomor 533 juga berhasil menyelesaikan balapan hingga garis finis. Pencapaian ini menegaskan ketahanan kendaraan serta kerja sama tim yang solid, meskipun performa mesin tidak berada dalam kondisi optimal sepanjang lomba.
Evaluasi Pembalap dan Faktor Nonteknis
Pembalap M. Ichsan menyampaikan bahwa secara keseluruhan tim telah mempersiapkan diri dengan sangat baik. Menurutnya, semua aspek teknis dan strategi telah dirancang sesuai target. Namun, ia juga menegaskan bahwa balap endurance tidak lepas dari faktor nonteknis seperti keberuntungan.
Pernyataan tersebut mencerminkan realitas dunia motorsport, di mana hasil akhir tidak hanya di tentukan oleh persiapan dan kemampuan, tetapi juga oleh kondisi yang berkembang selama balapan berlangsung.
Peran Sponsor dalam Mendukung Performa Tim
Dukungan teknis dari sponsor Mesin HL turut berperan penting dalam performa Banteng Motorsport. CMO Mesin HL, Jerry Riadi, menegaskan bahwa ajang balap endurance menjadi sarana pembuktian kualitas produk dalam negeri. Melalui kompetisi ini, Mesin HL terus menguji ketahanan dan presisi produknya agar mampu bersaing dengan merek internasional.
Menurutnya, peralatan dengan standar kekuatan dan presisi tinggi tidak hanya mendukung performa kendaraan di lintasan, tetapi juga mempercepat proses kerja di pit stop. Efisiensi tersebut berkontribusi langsung terhadap pencapaian waktu terbaik tim selama lomba.
Keberhasilan Banteng Motorsport meraih podium dan menyelesaikan balapan dengan seluruh mobil mencapai finis di Pertamina Endurance Race 6 Hours Mandalika menunjukkan konsistensi tim dalam menjaga performa dan strategi. Melalui kombinasi pembalap berpengalaman, persiapan teknis yang matang, serta dukungan sponsor dalam negeri, Banteng Motorsport terus memperkuat posisinya di kancah balap endurance nasional. Pencapaian ini sekaligus menjadi fondasi penting bagi pengembangan tim menuju kompetisi endurance di level yang lebih tinggi.