Kawasan Karst Citatah – berada di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kini mendapatkan perhatian luas dari industri perfilman internasional. Wilayah dengan karakter tebing batu kapur yang terbentuk selama jutaan tahun ini di pilih sebagai salah satu lokasi pengambilan gambar film spin-off Netflix berjudul Extraction: Tygo. Kehadiran proyek film berskala global tersebut menandai meningkatnya ketertarikan industri kreatif terhadap lanskap alam Indonesia.

Karst Citatah menawarkan tampilan visual yang kuat dan autentik. Tebing kapur yang menjulang, kontur alam yang tajam, serta permainan cahaya alami menciptakan suasana dramatis yang jarang ditemukan di lokasi lain. Faktor inilah yang mendorong tim produksi film memilih kawasan ini sebagai latar cerita yang membutuhkan nuansa alam ekstrem dan realistis.

Karst Citatah Bandung Barat menjadi lokasi syuting film Netflix internasional

Stone Garden merupakan obyek wisata alam yang berada di kawasan karst Citatah di Kabupaten Bandung Barat(Shutterstock/Wicianto Zen)

Proses Pemilihan Lokasi Dilakukan Sejak Akhir 2025

Sebelum menetapkan Karst Citatah sebagai lokasi syuting, tim produksi melakukan serangkaian survei sejak November 2025. Proses tersebut mencakup peninjauan visual, akses logistik, kondisi lingkungan, serta kesesuaian lokasi dengan kebutuhan naskah. Tim produksi menilai bahwa kawasan ini mampu memenuhi standar teknis dan artistik yang di butuhkan dalam produksi film berkelas internasional.

Informasi mengenai kegiatan syuting mulai mencuat ke publik setelah salah satu kru produksi membagikan dokumentasi visual lanskap karst melalui media sosial. Unggahan tersebut memicu perhatian masyarakat dan pemerhati lingkungan karena menampilkan panorama tebing kapur dengan pencahayaan alami yang khas. Tak lama kemudian, pengelola kawasan wisata membenarkan adanya kegiatan produksi film di wilayah tersebut.

Penutupan Kawasan Demi Menjaga Kualitas Produksi

Untuk memastikan kelancaran proses pengambilan gambar, pengelola kawasan Karst Citatah menutup akses wisata bagi publik dalam jangka waktu tertentu. Penutupan ini berlangsung sejak akhir Desember 2025 hingga akhir Januari 2026. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keamanan, mengurangi gangguan, serta melindungi lingkungan sekitar lokasi syuting.

Selain sektor pariwisata, aktivitas lain di sekitar kawasan juga terdampak. Karst Citatah berada di wilayah yang selama ini dikenal sebagai area pertambangan batu kapur. Untuk menghindari kebisingan dan getaran yang dapat mengganggu proses produksi, pengelola kawasan melakukan koordinasi dengan pihak industri setempat. Melalui kesepakatan bersama, aktivitas pertambangan di hentikan sementara selama masa syuting berlangsung.

Dampak Positif bagi Promosi Pariwisata Daerah

Pemerintah daerah Kabupaten Bandung Barat menyambut baik kehadiran produksi film internasional tersebut. Pemerintah menilai proyek ini dapat memperluas eksposur pariwisata daerah ke tingkat global. Kehadiran Karst Citatah dalam film produksi Netflix berpotensi memperkenalkan kekayaan alam Jawa Barat kepada penonton internasional.

Selain itu, keterlibatan wilayah lokal dalam produksi film berskala besar juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sektor jasa, transportasi, serta tenaga pendukung produksi turut merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut. Oleh karena itu, pemerintah daerah mendorong kolaborasi yang berkelanjutan antara industri kreatif dan pengelola kawasan alam.

Nilai Geologi Karst Citatah yang Bernilai Tinggi

Di luar fungsinya sebagai lokasi syuting, Karst Citatah memiliki nilai ilmiah yang sangat penting. Kawasan ini menyimpan bukti sejarah geologi berupa fosil terumbu karang dan moluska purba. Struktur batuan kapur yang terlihat di permukaan menunjukkan bahwa wilayah ini pernah berada di bawah laut jutaan tahun lalu.

Kawasan Stone Garden atau Taman Batu di Pasir Pawon menjadi salah satu titik yang merepresentasikan sejarah tersebut. Bentuk batuan yang unik dan tekstur alami yang masih terjaga menjadikan kawasan ini sebagai objek penelitian geologi dan edukasi lingkungan. Oleh karena itu, Karst Citatah tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga nilai akademik yang tinggi.

Proses Alam Membentuk Lanskap Karst Selama Jutaan Tahun

Para ahli geologi mencatat bahwa Karst Citatah terbentuk pada periode Oligomiosen, sekitar 25 juta tahun yang lalu. Pada masa tersebut, proses tektonik mengangkat batuan dari dasar laut ke permukaan. Seiring berjalannya waktu, pelipatan, patahan, serta pelarutan batu kapur membentuk lanskap khas berupa perbukitan karst, gua, dan aliran air bawah tanah.

Salah satu contoh nyata dari proses alam tersebut dapat di lihat di kawasan Gua Sanghyang Poek. Di dalam gua ini, stalaktit dan stalagmit tumbuh secara alami dalam rentang waktu yang sangat panjang. Proses pembentukan yang lambat menjadikan kawasan ini sebagai arsip alam yang merekam perjalanan geologi wilayah Bandung Barat.

Masuknya Karst Citatah sebagai lokasi syuting film internasional menunjukkan bahwa kawasan alam Indonesia memiliki daya tarik global. Namun, perhatian tersebut juga membawa tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi, promosi budaya, dan konservasi alam perlu terus di jaga. Dengan pengelolaan yang tepat, Karst Citatah dapat terus berperan sebagai warisan alam sekaligus aset strategis bagi masa depan pariwisata dan industri kreatif Indonesia.