Indonesia menurunkan empat wakil pada turnamen India Open 2026. Turnamen ini berlangsung di Indira Gandhi Indoor Stadium. Jadwal pertandingan berjalan pada 13 hingga 18 Januari 2026. Pada konteks kalender internasional, India Open menjadi turnamen kedua dalam rangkaian BWF World Tour 2026.
Secara umum, jumlah wakil Indonesia pada edisi kali ini tergolong terbatas. Oleh karena itu, publik menaruh perhatian besar pada setiap pertandingan yang dijalani atlet Merah Putih. Selain itu, turnamen ini berperan penting sebagai ajang pemanasan awal musim kompetisi internasional.

Jonatan Christie bakal tampil di India Open 2026. (Arsip PBSI)
Komposisi Wakil Indonesia di India Open
Indonesia membawa empat atlet dari empat sektor berbeda. Dengan susunan ini, federasi menargetkan persaingan kompetitif di setiap nomor yang diikuti.
Daftar wakil Indonesia mencakup:
-
Jonatan Christie
-
Putri Kusuma Wardani
-
Sabar Karyaman Gutama / M Reza Pahlevi Isfahani
-
Lanny Tria Mayasari / Amallia Cahaya Pratiwi
Pada susunan tersebut, Putri Kusuma Wardani serta pasangan Lanny dan Amallia berasal dari pelatnas PBSI. Sebaliknya, Jonatan Christie tampil dengan status non-pelatnas. Selain itu, pasangan Sabar dan Reza juga menjalani turnamen sebagai pemain non-pelatnas.
Dengan komposisi ini, Indonesia menggabungkan pengalaman serta potensi muda. Oleh sebab itu, setiap sektor memiliki tantangan tersendiri sejak babak awal.
Tantangan Babak Pertama Masing-Masing Wakil
Berdasarkan hasil undian, Jonatan Christie menempati posisi unggulan ketiga sektor tunggal putra. Pada babak pertama, ia menghadapi atlet Singapura, Jason Teh. Dengan status unggulan, Jonatan membawa ekspektasi tinggi untuk melangkah jauh.
Sementara itu, Putri Kusuma Wardani menempati unggulan keenam sektor tunggal putri. Pada laga pembuka, ia berhadapan dengan Michelle Li asal Kanada. Pertandingan ini menuntut konsistensi permainan sejak awal reli.
Pada sektor ganda putra, Sabar Karyaman Gutama dan Reza Pahlevi Isfahani menempati unggulan ketujuh. Selanjutnya, mereka menghadapi pasangan Taiwan, Chen Zhi Ray dan Lin Yu Chieh. Duel ini menuntut ketahanan fisik serta kecepatan rotasi permainan.
Berbeda dengan sektor lain, tantangan terberat hadir pada ganda putri. Lanny Tria Mayasari dan Amallia Cahaya Pratiwi berhadapan langsung dengan unggulan pertama. Pasangan China, Liu Shengshu dan Tan Ning, menjadi lawan pada babak pembuka. Oleh karena itu, sektor ini menghadirkan tekanan tinggi sejak pertandingan awal.
Rekam Jejak Indonesia di India Open
Dalam beberapa edisi terakhir, Indonesia belum meraih gelar juara di India Open. Secara khusus, empat edisi terakhir berlalu tanpa kemenangan bagi Merah Putih. Fakta ini menambah beban ekspektasi pada edisi 2026.
Terakhir kali Indonesia meraih gelar terjadi pada 2019. Pada saat itu, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu merebut gelar sektor ganda putri. Prestasi tersebut menjadi catatan penting dalam sejarah partisipasi Indonesia di India Open.
Dengan jarak waktu yang cukup panjang tanpa gelar, turnamen ini kembali menjadi ajang evaluasi kekuatan nasional. Oleh karena itu, performa setiap wakil memiliki arti strategis.
Peran India Open dalam Agenda Awal Musim
India Open berfungsi sebagai tolok ukur kesiapan atlet pada awal musim. Selain itu, turnamen ini membantu pelatih memetakan kebutuhan evaluasi teknik dan fisik.
Setelah menyelesaikan India Open, atlet Indonesia langsung mengalihkan fokus ke turnamen berikutnya. Selanjutnya, Indonesia Masters 2026 akan berlangsung di Istora Senayan pada 20 hingga 25 Januari. Status tuan rumah memberi dorongan motivasi tambahan.
Dengan demikian, rangkaian turnamen awal musim membentuk fondasi performa sepanjang tahun. Oleh sebab itu, hasil dan pengalaman di India Open memiliki nilai penting bagi persiapan jangka panjang atlet Indonesia.