Isu kelangkaan komponen memori, khususnya RAM atau DRAM, belakangan menjadi perhatian di industri teknologi global. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan kenaikan harga berbagai perangkat elektronik, termasuk smartphone. Di Indonesia, isu tersebut juga memicu spekulasi mengenai potensi penyesuaian harga ponsel dari berbagai merek. Menanggapi hal tersebut, Xiaomi memberikan klarifikasi terkait strategi perusahaan dalam menghadapi tekanan industri global.
Marketing Di rector Xiaomi Indonesia, Andi Rareng, menjelaskan bahwa dinamika industri global memang memberi tekanan terhadap struktur biaya produksi. Namun demikian, Xiaomi menegaskan tidak akan secara otomatis menaikkan harga seluruh lini produknya di pasar Indonesia. Menurutnya, setiap keputusan harga akan disesuaikan dengan strategi peluncuran produk dan kondisi pasar pada saat itu.

Xiaomi resmi meluncurkan keluarga ponsel Redmi Note 15 Series ke Indonesia hari ini, Kamis (22/1/2026) dalam acara yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Secara umum, semua model Redmi Note 15 series mengandalkan layar AMOLED terang, kamera beresolusi tinggi, serta baterai besar berbasis silikon-karbon.
Strategi Harga Tetap Berorientasi pada Konsumen
Dalam keterangannya, Andi menegaskan bahwa Xiaomi tetap berpegang pada prinsip menghadirkan produk dengan nilai terbaik bagi konsumen. Perusahaan menyadari bahwa kondisi pasar saat ini cukup menantang, tetapi hal tersebut tidak serta-merta mengubah komitmen Xiaomi terhadap harga yang kompetitif.
Ia menjelaskan bahwa setiap potensi penyesuaian harga akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kebutuhan pengguna dan daya beli masyarakat Indonesia. Dengan pendekatan tersebut, Xiaomi berupaya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan aksesibilitas produk bagi konsumen.
Kondisi Pasar Smartphone Indonesia Masih Melambat
Selain isu kelangkaan memori, Xiaomi juga mencermati kondisi pasar smartphone Indonesia yang masih mengalami perlambatan. Andi mengungkapkan bahwa secara bisnis, pasar ponsel nasional belum sepenuhnya pulih. Melemahnya daya beli serta kecenderungan konsumen menunda siklus pembelian menjadi faktor utama yang memengaruhi kinerja pasar.
Meski demikian, Xiaomi tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk mengurangi aktivitas bisnis di Indonesia. Perusahaan justru melihat situasi ini sebagai tantangan yang perlu di hadapi dengan strategi yang matang dan perencanaan jangka panjang.
Komitmen Xiaomi Terhadap Peluncuran Produk Baru
Di tengah kondisi pasar yang lesu, Xiaomi tetap melanjutkan rencana peluncuran produk baru. Andi menegaskan bahwa perusahaan telah melakukan pemetaan teknologi dan kebutuhan pasar jauh sebelum isu kelangkaan memori mencuat. Oleh karena itu, Xiaomi tidak mengalami hambatan berarti dalam menghadirkan perangkat terbaru ke Indonesia.
Ia juga memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada penundaan peluncuran produk, baik yang di sebabkan oleh keterbatasan pasokan memori maupun isu penurunan pengiriman smartphone secara global. Pernyataan ini disampaikan di sela peluncuran Redmi Note 15 Series yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Menurut Andi, kepercayaan diri Xiaomi muncul dari kesiapan perusahaan dalam membaca tren dan kebutuhan pasar lokal. Dengan strategi tersebut, Xiaomi optimistis dapat terus bersaing dan mempertahankan relevansinya di tengah perubahan kondisi industri.
Kelangkaan Memori sebagai Tantangan Industri Global
Kelangkaan memori tidak hanya berdampak pada satu merek atau satu negara. Lonjakan permintaan komponen untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu faktor utama yang memperketat pasokan memori ke pasar konsumen. Akibatnya, industri teknologi secara global menghadapi tekanan biaya yang lebih tinggi.
Andi menilai situasi ini sebagai tantangan bersama yang harus dihadapi seluruh pelaku industri. Ketika permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, potensi kenaikan harga menjadi konsekuensi yang sulit dihindari. Namun, ia menekankan bahwa setiap merek memiliki pendekatan berbeda dalam menyikapi kondisi tersebut.
Fokus pada Nilai Jangka Panjang
Dalam menghadapi dinamika global yang tidak menentu, Xiaomi memilih untuk tidak bereaksi secara berlebihan terhadap satu isu tertentu. Perusahaan lebih menekankan pentingnya strategi jangka panjang yang berorientasi pada nilai dan relevansi produk.
Andi menyampaikan bahwa fokus utama Xiaomi tetap pada pengembangan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, baik dari sisi fitur maupun harga. Dengan menjaga keseimbangan tersebut, Xiaomi berharap dapat mempertahankan kepercayaan konsumen sekaligus menjaga daya saing di pasar.
Penutup
Isu kelangkaan memori memang menjadi tantangan nyata bagi industri smartphone global, termasuk di Indonesia. Namun, Xiaomi menunjukkan pendekatan yang terukur dengan menempatkan kepentingan konsumen sebagai prioritas utama. Melalui strategi harga yang fleksibel, perencanaan produk yang matang, serta fokus pada nilai jangka panjang, Xiaomi berupaya tetap relevan dan kompetitif di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan.