Care for Sumut Charity Run – bencana banjir yang melanda Sumatera Utara membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Akibat bencana tersebut, banyak warga kehilangan tempat tinggal, akses air bersih, serta layanan kesehatan. Oleh karena itu, berbagai pihak mulai bergerak untuk memberikan bantuan nyata. Salah satu bentuk kepedulian tersebut hadir melalui kegiatan Care for Sumut Charity Run.
Kegiatan ini merupakan ajang lari amal yang bertujuan menggalang dana untuk membantu pemulihan wilayah terdampak banjir, khususnya di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Selain itu, kegiatan ini juga mengusung pesan solidaritas melalui tema “One Heartbeat, One Purpose”. Dengan tema tersebut, panitia ingin menegaskan bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui aksi sederhana yang dilakukan bersama.
Inisiatif dari Kepedulian Komunitas Perantau
Pada awalnya, Care for Sumut Charity Run lahir dari kepedulian sekelompok warga berdarah Batak yang tinggal di Jakarta. Mereka merasakan kegelisahan yang sama saat melihat dampak banjir di kampung halaman. Oleh sebab itu, mereka berinisiatif untuk melakukan aksi nyata, bukan sekadar menyampaikan empati.
Selain rasa kepedulian, kelompok ini juga memiliki kesamaan minat dalam olahraga lari. Dengan demikian, mereka memadukan aktivitas olahraga dengan kegiatan sosial. Dari sinilah gagasan charity run mulai terbentuk dan berkembang menjadi sebuah acara terbuka untuk masyarakat luas.
Ketua Panitia Care for Sumut, Bara Krishna Hasibuan, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menghadirkan harapan bagi masyarakat terdampak. Menurutnya, bantuan yang terkumpul di harapkan mampu membantu proses pemulihan secara bertahap.

Bakal ada ajang lari untuk pengumpulan dana bagi korban bencana banjir Sumatera Utara.
Pelaksanaan Lari Amal di Jakarta
Selanjutnya, panitia menetapkan kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, sebagai lokasi pelaksanaan Care for Sumut Charity Run. Panitia memilih kategori lari sejauh 5 kilometer agar kegiatan ini dapat diikuti oleh berbagai kalangan. Dengan jarak tersebut, baik pelari pemula maupun pelari rutin dapat berpartisipasi.
Pendaftaran kegiatan di buka secara daring mulai 28 Januari hingga 4 Februari 2026. Selain mendaftar, setiap peserta di wajibkan memberikan donasi minimal sebesar Rp500.000. Dana tersebut akan langsung masuk ke dalam sistem penggalangan dana resmi.
Dengan mekanisme ini, peserta tidak hanya berolahraga. Sebaliknya, mereka juga berkontribusi langsung dalam upaya pemulihan pascabanjir. Oleh karena itu, setiap langkah lari memiliki makna sosial yang lebih luas.
Penyaluran Dana untuk Program Pemulihan
Setelah kegiatan berlangsung, seluruh dana yang terkumpul akan di salurkan untuk mendukung program pemulihan di Sumatera Utara. Fokus utama bantuan meliputi penyediaan air bersih, layanan kesehatan masyarakat, serta perbaikan infrastruktur dasar. Dengan demikian, bantuan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga mendukung pemulihan jangka menengah.
Selain itu, panitia berencana bekerja sama dengan mitra lokal yang telah terverifikasi. Langkah ini bertujuan memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran. Oleh sebab itu, masyarakat terdampak dapat merasakan manfaat secara langsung.
Panitia juga menekankan bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu. Karena itu, bantuan yang di berikan di harapkan mampu menjadi modal awal bagi masyarakat untuk bangkit kembali.
Transparansi sebagai Prinsip Utama
Di sisi lain, panitia menyadari pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana. Oleh karena itu, panitia Care for Sumut berkomitmen menerapkan tata kelola yang akuntabel. Wakil Ketua Panitia, Pahala Mansury, menegaskan bahwa kepercayaan publik menjadi fondasi utama kegiatan ini.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, panitia akan menyampaikan laporan penggalangan dana secara terbuka. Laporan tersebut akan diumumkan dalam acara Fundraising Night pada malam hari setelah kegiatan lari. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui jumlah dana yang terkumpul serta rencana penyalurannya.
Selain laporan dana, acara tersebut juga akan diisi dengan pelelangan karya seni. Barang yang di lelang antara lain kain ulos dan lukisan dari seniman dan galeri seni. Hasil pelelangan akan menambah total dana bantuan.
Makna Sosial di Balik Charity Run
Lebih dari sekadar kegiatan olahraga, Care for Sumut Charity Run membawa pesan kemanusiaan yang kuat. Di satu sisi, sebagian masyarakat masih dapat menjalani aktivitas harian dengan relatif normal. Namun di sisi lain, banyak warga Sumatera Utara masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar.
Oleh karena itu, panitia mengajak masyarakat untuk berlari dengan empati. Setiap langkah yang di ambil di Jakarta di harapkan dapat menjadi simbol dukungan moral bagi para korban banjir. Dengan kata lain, kegiatan ini menghubungkan dua kondisi yang berbeda melalui semangat solidaritas.
Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa kepedulian dapat di wujudkan melalui berbagai cara. Bahkan, aktivitas sederhana seperti lari pagi dapat membawa dampak nyata bagi sesama.
Pada akhirnya, Care for Sumut Charity Run menjadi contoh nyata kolaborasi antara olahraga dan aksi kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diajak hidup sehat, tetapi juga diajak peduli. Dengan pengelolaan dana yang transparan dan fokus pemulihan yang jelas, kegiatan ini di harapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Sumatera Utara. Lebih jauh, inisiatif ini menegaskan bahwa semangat gotong royong tetap relevan dalam menghadapi bencana bersama.