Moto4 Asia Cup Thailand – para talenta muda Indonesia menunjukkan performa menjanjikan pada seri pembuka Idemitsu Moto4 Asia Cup musim 2026 yang berlangsung di Sirkuit Buriram, Thailand, pada 27 Februari hingga 1 Maret 2026. Empat pembalap lulusan Astra Honda Racing School (AHRS) turun berlaga dan bersaing ketat dengan pebalap muda potensial dari berbagai negara Asia.

Penampilan impresif terutama datang dari Bintang Pranata yang berhasil mengamankan podium pada balapan pertama. Hasil tersebut memperlihatkan kesiapan pembalap Indonesia dalam menghadapi kompetisi regional yang semakin kompetitif.

Performa Menjanjikan di Race 1

Balapan pertama yang digelar Sabtu sore berlangsung ketat sejak lap awal. Para pembalap Indonesia langsung terlibat dalam persaingan grup depan. Bintang Pranata menjaga konsistensi ritme balap dan menutup lomba di posisi ketiga. Ia pun naik podium dan membawa pulang trofi untuk Indonesia.

Sementara itu, Resky Yusuf finis di posisi ke-10 dan mengamankan poin penting. Badly Ayatullah menyelesaikan balapan di peringkat ke-14, sedangkan Maulana Malik finis ke-15. Keempat pembalap tersebut berhasil mengumpulkan poin pada balapan pembuka, sebuah capaian positif dalam kompetisi yang diikuti pembalap muda terbaik Asia.

Bintang mengakui bahwa persaingan berlangsung sangat intens. Ia beberapa kali kehilangan posisi sebelum kembali merebutnya. Ia mencoba menekan dua pembalap terdepan, namun ritme balap yang belum sepenuhnya stabil membuatnya memilih mempertahankan posisi aman hingga garis finis.

Para talenta muda Indonesia menunjukkan performa

Hayato Chisiki, Waku Kunitate, dan Bintang Pranata di podium Race 1 Moto4 Asia Cup Thailand 2026. (c) Astra Honda Motor

Tantangan dan Insiden di Race 2

Pada balapan kedua yang berlangsung Minggu pagi, para pembalap kembali menunjukkan determinasi tinggi. Bintang kembali bertarung di barisan depan dan berusaha merebut posisi podium. Ia melintasi garis finis di urutan keempat setelah terlibat duel ketat hingga lap terakhir.

Namun, pengawas balapan menjatuhkan penalti satu posisi akibat insiden di lap akhir. Keputusan tersebut membuatnya turun ke posisi kelima. Meski demikian, Bintang tetap memperlihatkan konsistensi dan kecepatan yang kompetitif sepanjang balapan.

Di sisi lain, Badly Ayatullah mencatatkan hasil positif dengan finis keenam. Maulana Malik menyelesaikan balapan di posisi ke-14. Resky Yusuf mengalami insiden kecelakaan dan gagal menyentuh garis finis, sehingga tidak memperoleh tambahan poin pada balapan kedua.

Bintang menyatakan bahwa Race 2 menghadirkan tantangan berbeda. Ia beberapa kali mencoba mengambil alih posisi terdepan, namun situasi di lap akhir memaksanya menerima hasil yang ada. Ia menegaskan komitmennya untuk mempersiapkan diri lebih matang menghadapi seri berikutnya di Qatar.

Posisi Klasemen Sementara

Hasil seri Thailand menempatkan Bintang di posisi keempat klasemen sementara dengan 27 poin. Badly Ayatullah menempati peringkat ke-10 dengan 12 poin. Resky Yusuf berada di urutan ke-13 dengan 6 poin, sedangkan Maulana Malik mengoleksi 3 poin dan menempati posisi ke-16.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing secara konsisten pada awal musim. Persaingan klasemen masih terbuka lebar karena musim kompetisi baru memasuki seri pertama.

Dukungan Pengembangan Pembalap Muda

Manajemen Astra Honda Motor melalui perwakilannya menyampaikan apresiasi atas semangat dan daya juang para pembalap muda Indonesia. Mereka menilai keikutsertaan dalam Moto4 Asia Cup menjadi bagian penting dari proses pembinaan menuju level kompetisi yang lebih tinggi.

Program pembinaan berkelanjutan seperti Astra Honda Racing School menjadi fondasi utama dalam mencetak pembalap berbakat. Melalui pembinaan teknis, mental, dan strategi balap, para rider muda dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi internasional dengan standar profesional.

Prospek Seri Berikutnya

Seri pembuka di Thailand memberikan gambaran awal mengenai potensi pembalap Indonesia di Moto4 Asia Cup 2026. Konsistensi, kecepatan, serta pengalaman balap di lintasan internasional menjadi modal penting untuk menghadapi seri-seri selanjutnya.

Dengan persiapan lebih matang dan evaluasi dari dua balapan di Buriram, para pembalap Indonesia berpeluang meningkatkan posisi klasemen pada putaran berikutnya. Keikutsertaan mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga menjadi representasi perkembangan pembinaan balap motor nasional di kancah Asia.