Arus Mudik – Musim Lebaran selalu memicu peningkatan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Pada tahun 2026, Korlantas Polri kembali menggelar pengamanan melalui Operasi Ketupat 2026. Operasi ini bertujuan menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat menjelang perayaan Idulfitri.
Pada hari kedua pelaksanaan operasi tersebut, pergerakan kendaraan yang keluar dari Jakarta mulai menunjukkan peningkatan. Aparat kepolisian terus memantau kondisi lalu lintas di berbagai jalur utama guna memastikan perjalanan pemudik berlangsung aman dan tertib.
Selain itu, petugas juga menyiapkan berbagai strategi pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada hari-hari berikutnya. Upaya tersebut di lakukan agar arus mudik tetap berjalan lancar meskipun jumlah kendaraan terus bertambah.
Data Kendaraan yang Keluar dari Jakarta
Direktorat Penegakan Hukum Korlantas Polri mencatat sekitar 459.570 kendaraan telah meninggalkan Jakarta hingga hari kedua Operasi Ketupat 2026. Angka tersebut masih berada di bawah proyeksi total kendaraan yang diperkirakan akan keluar dari ibu kota selama periode mudik.
Secara keseluruhan, pihak kepolisian memperkirakan sekitar 3,67 juta kendaraan akan meninggalkan Jakarta menuju berbagai daerah tujuan mudik. Artinya, sekitar 3,2 juta kendaraan atau sekitar 76,9 persen masih berada di wilayah Jakarta pada tahap awal operasi.
Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, Faizal, menyampaikan bahwa arus kendaraan masih berada pada fase awal. Oleh karena itu, peningkatan volume kendaraan kemungkinan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan kondisi lalu lintas melalui pusat kendali lalu lintas. Dengan cara ini, aparat kepolisian dapat mengambil langkah cepat jika terjadi kepadatan kendaraan.

Foto: Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Faizal, di Command Center PJR Korlantas Polri di Km 29 Cikarang.
Prediksi Lonjakan Arus Mudik
Korlantas Polri memprediksi lonjakan kendaraan akan terjadi pada pertengahan pekan menjelang Lebaran. Berdasarkan analisis pergerakan kendaraan, puncak arus mudik kemungkinan berlangsung pada tanggal 18 hingga 20 Maret 2026.
Pada periode tersebut, banyak masyarakat mulai melakukan perjalanan menuju kampung halaman secara bersamaan. Oleh sebab itu, aparat kepolisian meningkatkan kesiapsiagaan di berbagai titik strategis.
Petugas lalu lintas mengatur arus kendaraan di jalur utama seperti jalan tol dan jalur arteri nasional. Selain itu, pusat komando lalu lintas juga memanfaatkan teknologi pemantauan digital untuk memonitor pergerakan kendaraan secara real-time.
Dengan langkah tersebut, pihak kepolisian berupaya mengurangi potensi kemacetan sekaligus menjaga kelancaran perjalanan pemudik.
Dominasi Kendaraan Pribadi dalam Arus Mudik
Data lalu lintas menunjukkan bahwa kendaraan pribadi mendominasi arus kendaraan yang meninggalkan Jakarta. Banyak masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi karena memberikan fleksibilitas perjalanan yang lebih tinggi.
Sebagian besar kendaraan bergerak menuju wilayah timur Pulau Jawa melalui jalur tol Trans Jawa. Jalur ini menjadi pilihan utama pemudik karena menawarkan waktu tempuh yang relatif lebih cepat dibandingkan jalur lain.
Selain kendaraan pribadi, kendaraan logistik seperti truk juga masih beroperasi di beberapa jalur tertentu. Namun jumlahnya tidak sebanyak kendaraan pribadi.
Sebagian truk bergerak menuju rute penyeberangan seperti Pelabuhan Merak yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatra melalui Pelabuhan Bakauheni.
Perkembangan Data Kecelakaan Lalu Lintas
Selain memantau pergerakan kendaraan, Korlantas Polri juga mencatat perkembangan angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat 2026. Pada hari kedua operasi, jumlah kejadian kecelakaan tercatat meningkat di bandingkan hari sebelumnya.
Namun demikian, angka korban meninggal dunia justru mengalami penurunan sekitar 45 persen. Penurunan ini menunjukkan dampak positif dari kehadiran aparat kepolisian di berbagai jalur mudik.
Petugas lalu lintas aktif melakukan pengawasan di titik-titik rawan kecelakaan. Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada pengendara agar mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh.
Langkah tersebut membantu mengurangi risiko kecelakaan fatal selama musim mudik berlangsung.
Perkiraan Mobilitas Masyarakat Selama Mudik
Pemerintah memperkirakan mobilitas masyarakat selama mudik Lebaran 2026 akan mencapai angka yang sangat besar. Perkiraan menunjukkan sekitar 143,9 juta perjalanan akan terjadi selama periode mudik dan arus balik tahun ini.
Besarnya angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga.
Untuk mengelola mobilitas tersebut, pemerintah dan aparat kepolisian terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait. Kerja sama ini mencakup pengaturan lalu lintas, kesiapan transportasi umum, serta penyediaan layanan informasi bagi pemudik.
Kesimpulan
Arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan sejak hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat. Hingga saat ini, sekitar 459 ribu kendaraan telah meninggalkan Jakarta menuju berbagai daerah tujuan.
Sebagian besar kendaraan diperkirakan akan bergerak dalam beberapa hari mendatang, terutama menjelang puncak arus mudik pada pertengahan pekan.
Melalui pengawasan lalu lintas yang intensif serta koordinasi antarinstansi, Korlantas Polri berupaya menjaga kelancaran arus mudik sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat.
Dengan langkah tersebut, diharapkan perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.