Insustri Jepang – banyak di minat masyarakat Indonesia terhadap ramen Jepang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, keterbatasan pilihan ramen halal membuat sebagian konsumen Muslim belum dapat menikmati hidangan ini secara leluasa. Menjawab kebutuhan tersebut, Chikaranomoto Holdings, perusahaan induk dari Ippudo, menghadirkan Ramen Mania sebagai konsep ramen halal yang di kembangkan khusus untuk pasar Indonesia.

Melalui Ramen Mania, Chikaranomoto membawa keahlian ramen Jepang ke segmen pasar yang lebih luas. Perusahaan ini tidak hanya menargetkan penggemar ramen, tetapi juga konsumen Muslim yang selama ini mencari alternatif ramen halal dengan standar rasa yang tetap autentik. Kehadiran Ramen Mania menandai langkah strategis Chikaranomoto dalam memperluas jangkauan bisnisnya di Asia Tenggara.

Ramen Mania, ramen halal dari Ippudo dengan harga terjangkau

Gerai Ramen Mania di Jakarta

Latar Belakang Perubahan Konsep dari Ippudo

Selama bertahun-tahun, Ippudo di kenal luas melalui ramen tonkotsu berbahan dasar kaldu tulang babi yang kaya rasa dan bertekstur creamy. Menu tersebut menjadi identitas ramen khas Fukuoka, Jepang, sekaligus daya tarik utama bagi penggemar ramen nonhalal. Namun, karakter ini membatasi akses konsumen Muslim di Indonesia.

Menyadari potensi pasar yang besar, Chikaranomoto mulai menyesuaikan diri dengan preferensi lokal sejak 2015. Perusahaan tersebut menghadirkan menu tanpa babi dan tanpa lemak babi di beberapa gerai Ippudo. Meski langkah ini membantu sebagian konsumen, Chikaranomoto menilai pendekatan tersebut belum cukup menjawab kebutuhan pasar halal secara menyeluruh. Oleh karena itu, perusahaan memilih membangun merek baru yang sejak awal di rancang sebagai ramen halal, yaitu Ramen Mania.

Indonesia sebagai Pasar Strategis Ramen Halal

Chikaranomoto memilih Indonesia sebagai lokasi peluncuran Ramen Mania karena melihat potensi yang sangat besar. Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, sekaligus menunjukkan minat yang terus tumbuh terhadap kuliner Jepang. Kombinasi ini menciptakan peluang ideal bagi pengembangan ramen halal dengan skala nasional.

CEO Chikaranomoto Holdings, Tomoyuki Yamane, menegaskan bahwa perusahaan percaya ramen berkualitas seharusnya dapat di nikmati oleh lebih banyak orang. Melalui Ramen Mania, Chikaranomoto berupaya menghadirkan ramen Jepang yang autentik tanpa mengesampingkan prinsip kehalalan. Menurutnya, pendekatan ini memungkinkan perusahaan menjaga identitas rasa sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen lokal.

Inovasi Kaldu Ayam dan Proses Riset Rasa

Berbeda dari ramen Jepang pada umumnya, Ramen Mania menggunakan kaldu berbasis ayam sebagai fondasi rasa. Tim pengembang secara aktif melakukan riset untuk menciptakan profil rasa yang seimbang dan tetap mencerminkan karakter ramen Jepang. Mereka tidak sekadar mengganti bahan, tetapi juga menyesuaikan teknik memasak dan komposisi bumbu.

Proses pengembangan ini menuntut ketelitian tinggi karena tim harus menjaga konsistensi rasa sambil mematuhi prinsip halal. Seluruh bahan yang digunakan telah mengantongi sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal. Dengan sertifikasi tersebut, Ramen Mania memberikan kepastian kepada konsumen Muslim bahwa setiap menu aman dan sesuai dengan standar kehalalan nasional.

Strategi Harga dan Menu yang Lebih Terjangkau

Selain mengedepankan kehalalan, Ramen Mania juga menerapkan strategi harga yang lebih terjangkau di bandingkan Ippudo. Perusahaan memosisikan merek ini agar dapat diakses oleh lebih banyak kalangan, termasuk pelajar, mahasiswa, dan keluarga muda. Menu ramen di Ramen Mania dibanderol mulai dari Rp39.000, sehingga lebih ramah di kantong tanpa mengorbankan kualitas.

Ramen Mania menghadirkan beberapa menu utama seperti Shiro Signature, Aka Signature, dan Kuro Signature. Setiap menu menawarkan karakter rasa yang berbeda, mulai dari gurih ringan hingga kaya rempah. Dengan variasi ini, Ramen Mania mengajak konsumen mengenal ragam rasa ramen Jepang dalam format yang lebih inklusif.

Managing Director Ramen Mania Indonesia, Amanda Sihombing, menjelaskan bahwa perusahaan merancang konsep ini agar sederhana, halal, dan mudah diakses. Menurutnya, Ramen Mania tetap membawa disiplin, teknik, dan kredibilitas ramen Jepang ke dalam pengalaman bersantap sehari-hari.

Respons Pasar dan Peluang Pertumbuhan

Ramen Mania membuka gerai pertamanya di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan, dan mulai beroperasi sejak Oktober 2025. Sejak awal, konsumen memberikan respons positif terhadap kehadiran restoran ini. Banyak pelanggan Muslim menyambut Ramen Mania sebagai solusi atas keterbatasan pilihan ramen halal di Indonesia.

Antusiasme pasar menunjukkan bahwa ramen halal memiliki peluang pertumbuhan yang besar. Dengan konsep yang jelas dan strategi yang terarah, Ramen Mania berpotensi berkembang menjadi jaringan ramen halal yang kuat di Indonesia. Selain itu, kehadiran merek ini membuka jalan bagi inovasi kuliner Jepang yang lebih inklusif di masa depan.

Penutup

Peluncuran Ramen Mania menunjukkan kemampuan Chikaranomoto Holdings dalam beradaptasi dengan kebutuhan pasar lokal tanpa mengorbankan kualitas dan identitas ramen Jepang. Melalui pendekatan aktif dalam riset, inovasi bahan, serta strategi harga yang terjangkau, Ramen Mania memperluas akses ramen halal bagi konsumen Indonesia. Inisiatif ini menegaskan bahwa kolaborasi antara tradisi kuliner dan prinsip kehalalan dapat melahirkan solusi yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan.