Piala Dunia 2026 – akan membuka era baru dalam sejarah sepak bola internasional. Turnamen ini di jadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dan akan melibatkan 48 negara peserta. Jumlah tersebut meningkat signifikan di banding edisi sebelumnya. Selain itu, penyelenggaraan akan di lakukan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Format multinasional ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di dunia.

Amerika Serikat akan menjadi pusat utama turnamen karena sebagian besar pertandingan dijadwalkan berlangsung di negara tersebut. Berbagai kota telah di persiapkan sebagai lokasi pertandingan, lengkap dengan stadion berstandar internasional dan infrastruktur pendukung. Antusiasme penggemar sepak bola global terus meningkat seiring semakin dekatnya waktu pelaksanaan turnamen.

Di tengah persiapan teknis dan logistik, perhatian publik internasional juga tertuju pada faktor non-teknis yang berpotensi memengaruhi jalannya turnamen, salah satunya kebijakan imigrasi Amerika Serikat.

Ilustrasi kebijakan visa Amerika Serikat

Gianni Infantino, Donald Trump, Claudia Scheinbaum, dan Mark Carney dalam agenda drawing Piala Dunia 2026 digelar di Gedung John F Kennedy Center for the Performing Arts, Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (6/12/2025) dini hari WIB.

Pengetatan Visa oleh Pemerintah Amerika Serikat

Pada awal 2026, pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump mengumumkan kebijakan penangguhan visa imigran bagi warga dari 75 negara. Informasi tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi Department of Homeland Security dan menjadi sorotan media internasional.

Pemerintah Amerika Serikat menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas ekonomi dan sistem kesejahteraan nasional. Otoritas menilai bahwa sebagian imigran dari negara tertentu berpotensi memberikan beban tambahan bagi negara. Atas dasar penilaian tersebut, pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara pemrosesan visa imigran dari negara-negara yang masuk dalam daftar.

Pemerintah tidak menetapkan batas waktu yang pasti terkait pencabutan kebijakan ini. Otoritas menyebutkan bahwa evaluasi akan terus di lakukan sebelum keputusan lanjutan di ambil. Situasi tersebut menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat internasional yang memiliki rencana perjalanan ke Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Dampak Kebijakan Visa terhadap Penonton Piala Dunia

Kebijakan penangguhan visa berpotensi memengaruhi kehadiran penonton internasional pada Piala Dunia 2026. Banyak penggemar sepak bola dari berbagai negara merencanakan perjalanan lintas benua untuk menyaksikan langsung pertandingan. Amerika Serikat menjadi tujuan utama karena jumlah pertandingan terbanyak akan di gelar di negara ini.

Penonton dari negara-negara yang terdampak kebijakan tersebut menghadapi hambatan administratif dalam proses perjalanan. Ketidakpastian izin masuk dapat memengaruhi keputusan pembelian tiket pesawat, pemesanan hotel, dan tiket pertandingan. Situasi ini berpotensi mengurangi jumlah penonton dari beberapa kawasan dunia.

Dampak lanjutan juga dapat dirasakan oleh sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Ajang Piala Dunia biasanya memberikan dorongan besar bagi industri perhotelan, transportasi, kuliner, dan hiburan. Pembatasan mobilitas dari sejumlah negara dapat memengaruhi potensi pemasukan yang di harapkan dari sektor-sektor tersebut.

Respons FIFA dan Tingginya Minat Publik

Di tengah di namika kebijakan imigrasi tersebut, FIFA menyampaikan bahwa minat publik terhadap Piala Dunia 2026 tetap berada pada tingkat yang sangat tinggi. FIFA mencatat lonjakan permintaan tiket sejak tahap awal distribusi.

Tingginya minat ini mencerminkan daya tarik Piala Dunia dengan format baru yang melibatkan lebih banyak negara peserta. FIFA terus menjalin komunikasi dengan tiga negara tuan rumah untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan dari berbagai aspek, termasuk kenyamanan penonton internasional.

FIFA juga menegaskan komitmennya untuk menjaga Piala Dunia sebagai ajang yang terbuka dan inklusif. Meski kebijakan visa berada di bawah kewenangan masing-masing negara, federasi sepak bola dunia tersebut terus mendorong koordinasi agar pengalaman penonton tetap optimal.

Negara-Negara yang Masuk dalam Daftar Penangguhan Visa

Pemerintah Amerika Serikat menetapkan bahwa kebijakan penangguhan visa imigran mulai berlaku pada 21 Januari 2026. Kebijakan ini mencakup 75 negara dari berbagai kawasan dunia, termasuk Asia, Afrika, Eropa Timur, Amerika Latin, dan Karibia.

Beberapa negara yang tercantum dalam daftar tersebut antara lain Afghanistan, Bangladesh, Iran, Irak, Haiti, Ethiopia, Ghana, Kuba, Kolombia, Brasil, Albania, Armenia, Azerbaijan, dan Bosnia dan Herzegovina. Daftar ini menunjukkan cakupan kebijakan yang luas dan melibatkan negara-negara dengan latar belakang ekonomi dan sosial yang beragam.

Warga dari negara-negara tersebut tidak dapat mengajukan visa imigran ke Amerika Serikat hingga pemerintah mengumumkan kebijakan lanjutan. Situasi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan penggemar sepak bola yang ingin menyaksikan Piala Dunia 2026 secara langsung.

Penutup

Piala Dunia 2026 tetap menjadi perayaan sepak bola global yang paling dinantikan. Di sisi lain, kebijakan penangguhan visa Amerika Serikat menghadirkan tantangan tersendiri bagi mobilitas penonton internasional. Ketidakpastian akses masuk ke negara tuan rumah utama menimbulkan perhatian luas dari komunitas global.

Meskipun demikian, tingginya permintaan tiket menunjukkan bahwa antusiasme terhadap Piala Dunia 2026 tidak mengalami penurunan. Perkembangan kebijakan imigrasi Amerika Serikat dalam beberapa bulan ke depan akan memainkan peran penting dalam menentukan pengalaman penonton dan keberhasilan turnamen sebagai ajang olahraga berskala dunia.