kendaraan listrik – saat ini, Amerika Serikat terus mempercepat pengembangan infrastruktur kendaraan listrik. Seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan listrik, kebutuhan sistem pengisian daya yang andal juga semakin besar. Oleh karena itu, pemerintah daerah dan sektor swasta mulai mencari solusi yang lebih efisien. Selain itu, kota-kota besar menghadapi tekanan serius pada jaringan listrik.

Dalam situasi tersebut, New York City mengambil langkah inovatif melalui pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik berbasis baterai. Melalui pendekatan ini, kota tidak hanya menambah jumlah pengisi daya, tetapi juga memperbaiki cara pengelolaan energi. Dengan demikian, sistem pengisian dapat berjalan lebih stabil.

Untuk merealisasikan proyek ini, XCharge North America memimpin pengembangan teknologi pengisian daya. Sementara itu, Energy Plus mendukung pelaksanaan teknis di lapangan. Melalui kolaborasi tersebut, investasi swasta berperan langsung dalam mempercepat transisi energi. Akibatnya, pengembangan infrastruktur dapat berlangsung lebih efektif.

Stasiun pengisian kendaraan listrik berbasis baterai di Amerika Serikat

Stasiun ini juga sudah dirancang untuk bekerja sama dengan model penggunaan armada kendaraan listrik. (insideevs.com)

Stasiun Pengisian EV Skala Besar di Brooklyn

Sebagai langkah strategis, pengembang memilih Williamsburg, Brooklyn, sebagai lokasi pembangunan. Kawasan ini menunjukkan tingkat mobilitas yang tinggi. Selain itu, penggunaan kendaraan listrik di wilayah tersebut terus meningkat. Oleh sebab itu, lokasi ini dinilai sangat potensial.

Selanjutnya, pengelola menetapkan kuartal kedua tahun 2026 sebagai waktu mulai operasional. Dengan jadwal tersebut, seluruh kesiapan teknis dapat dipenuhi. Pada saat yang sama, proyek ini diarahkan untuk menjadi pusat pengisian kendaraan listrik berskala besar di Pantai Timur Amerika Serikat.

Untuk mendukung kapasitas tersebut, stasiun ini akan menggunakan 44 unit pengisi daya GridLink. Setiap unit melayani dua kendaraan secara bersamaan. Dengan demikian, fasilitas ini mampu melayani hingga 88 kendaraan listrik dalam satu waktu. Selain meningkatkan kapasitas, desain ini juga mempercepat rotasi pengisian.

Sistem Penyimpanan Energi Berkapasitas Tinggi

Selain jumlah pengisi daya, proyek ini menonjolkan sistem penyimpanan energi terintegrasi. Total kapasitas penyimpanan mencapai sekitar 9,46 megawatt-jam. Dengan kapasitas tersebut, stasiun dapat menyerap listrik saat permintaan jaringan rendah. Setelah itu, sistem menyimpan energi untuk penggunaan berikutnya.

Pada jam sibuk, stasiun memanfaatkan energi yang telah tersimpan. Oleh karena itu, kebutuhan daya langsung dari jaringan utama dapat dikurangi. Sebagai hasilnya, tekanan pada jaringan listrik lokal menurun secara signifikan. Di sisi lain, pasokan energi tetap terjaga.

Di banyak kota besar Amerika Serikat, tarif listrik sering meningkat pada jam puncak. Akibatnya, biaya pengisian kendaraan listrik ikut naik. Bahkan, dalam kondisi tertentu, biaya tersebut mendekati pengeluaran bahan bakar kendaraan konvensional. Oleh karena itu, strategi penyimpanan energi menjadi sangat relevan.

Dengan menyimpan energi saat tarif rendah, pengelola dapat mengatur distribusi energi secara lebih efisien. Selain itu, pengguna kendaraan listrik memperoleh tarif yang lebih stabil. Pada akhirnya, efisiensi biaya dapat dicapai secara berkelanjutan.

Pengisian Cepat dengan Teknologi GridLink

Selanjutnya, teknologi GridLink menjadi inti sistem pengisian daya. Setiap unit GridLink memiliki baterai internal. Desain ini memungkinkan pengisian cepat tanpa menarik daya besar langsung dari jaringan listrik.

Selain itu, GridLink menyediakan beberapa port pengisian cepat. Daya pengisian mencapai ratusan kilowatt. Dengan demikian, kecepatan pengisian setara dengan pengisi daya cepat publik yang umum tersedia. Bahkan, dalam beberapa kondisi, performanya dapat melampaui standar tersebut.

Karena baterai internal menyuplai energi, proses pengisian berlangsung lebih konsisten. Akibatnya, fluktuasi daya jaringan tidak terlalu memengaruhi kinerja. Oleh sebab itu, pengguna menikmati pengalaman pengisian yang lebih andal.

Lebih jauh lagi, teknologi ini sangat cocok untuk kawasan urban padat. Keterbatasan kapasitas jaringan sering menjadi hambatan utama. Namun demikian, GridLink membantu mengatasi kendala tersebut tanpa perlu peningkatan jaringan berskala besar.

Kontribusi terhadap Ketahanan Energi Perkotaan

Tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pengisian, stasiun ini juga mendukung ketahanan energi perkotaan. Sistem penyimpanan energi menyediakan cadangan daya tambahan. Dengan demikian, jaringan lokal tetap stabil saat permintaan meningkat.

Selain itu, sistem ini tetap menyuplai energi saat terjadi gangguan pasokan. Oleh karena itu, risiko pemadaman dapat ditekan. Dalam jangka panjang, integrasi sektor transportasi dan energi menjadi semakin kuat.

Pendekatan ini sejalan dengan strategi transisi energi berkelanjutan. Melalui pengelolaan energi yang fleksibel, kota dapat mengurangi tekanan lingkungan. Pada akhirnya, efisiensi sistem energi perkotaan dapat meningkat.

Proyek Percontohan Infrastruktur Kendaraan Listrik

Sebagai tambahan, stasiun ini juga melayani kebutuhan armada kendaraan listrik. Operator logistik dan transportasi dapat memanfaatkan fasilitas ini secara optimal. Dengan pengisian cepat dan berulang, aktivitas operasional dapat berjalan lebih lancar.

Melalui proyek ini, XCharge dan Energy Plus menguji model pengisian berbasis baterai dalam skala besar. Jika implementasi berjalan optimal, kota lain dapat mengadopsi konsep serupa. Dengan demikian, pengembangan infrastruktur kendaraan listrik dapat berlangsung secara strategis, efisien, dan berkelanjutan.