Kontingen Indonesia – kembali mempersiapkan diri untuk mengikuti ASEAN Para Games yang digelar di Thailand. Pada ajang ini, Indonesia menaruh perhatian besar pada pembinaan atlet muda. Oleh karena itu, Delima Yunia Susanti dan Siti Aisyah dipercaya untuk memperkuat tim nasional. Keduanya mewakili generasi baru atlet disabilitas Indonesia.

Selain mengejar prestasi, Indonesia memanfaatkan ajang ini sebagai sarana regenerasi atlet. Dengan demikian, atlet muda dapat mengasah kemampuan sejak usia dini. Selanjutnya, pengalaman internasional diharapkan membentuk mental juara. Melalui proses ini, Indonesia berupaya menjaga kesinambungan prestasi jangka panjang.

Sebanyak 290 atlet mengikuti persiapan menuju kompetisi. National Paralympic Committee of Indonesia mendaftarkan para atlet tersebut untuk berlaga di 18 cabang olahraga. Selama pemusatan latihan, pelatih menyusun program fisik, teknik, dan mental secara terarah. Oleh sebab itu, atlet datang dengan kesiapan yang optimal.

Atlet muda Indonesia Delima Yunia Susanti bersiap tampil di ASEAN Para Games Thailand

Pose sang Atlet cabang para angkat berat Delima Yunia Susanti, (Foto: NPC Indonesia)Atlet Muda Indonesia

Persiapan Keberangkatan Menuju Lokasi Pertandingan

Kontingen Indonesia berangkat melalui Bandara Adi Soemarmo dalam beberapa kloter. Pertama, tim manajemen mengatur jadwal keberangkatan atlet dan ofisial. Kemudian, panitia menyesuaikan kebutuhan logistik sesuai kondisi cabang olahraga. Dengan perencanaan matang, proses keberangkatan berjalan lancar.

Setelah tiba di Bangkok, rombongan langsung melanjutkan perjalanan darat. Selanjutnya, atlet menuju Nakhon Ratchasima sebagai lokasi pertandingan. Selama masa adaptasi, pelatih mengatur latihan ringan. Cara ini membantu atlet menyesuaikan kondisi fisik dan lingkungan.

Delima Yunia Susanti Incar Prestasi di Para Angkat Berat

Delima Yunia Susanti tampil sebagai atlet muda di cabang para angkat berat. Atlet berusia 15 tahun ini menunjukkan perkembangan signifikan selama masa latihan. Oleh karena itu, ia memasang target medali emas. Ia membangun kepercayaan diri melalui latihan yang konsisten dan disiplin.

Meskipun persaingan berlangsung ketat, Delima tetap fokus pada performanya. Ia menghadapi atlet senior dari berbagai negara Asia Tenggara. Namun, ia memilih menjadikan tekanan sebagai motivasi. Selain itu, ia memanfaatkan kompetisi ini untuk menguji kesiapan mental.

Delima memandang ASEAN Para Games sebagai ajang pembelajaran penting. Melalui pengalaman ini, ia ingin meningkatkan kualitas teknik dan daya juang. Dengan proses tersebut, ia berharap dapat berkembang sebagai atlet nasional masa depan.

Siti Aisyah Hadapi Persaingan Ketat di Para Renang

Siti Aisyah memperkuat Indonesia di cabang para renang. Atlet ini telah mencatatkan prestasi di tingkat internasional. Oleh karena itu, ia kembali menargetkan medali emas. Namun, tantangan mental tetap muncul selama persiapan.

Aisyah harus menghadapi rekan senegara dari provinsi yang sama. Situasi ini menambah tekanan psikologis. Meski demikian, ia menjaga fokus pada target pribadi. Selain itu, ia menyiapkan strategi untuk mengontrol emosi saat bertanding.

Di sisi lain, Aisyah menilai atlet tuan rumah sebagai lawan terberat. Dukungan penonton lokal tentu memberi keuntungan bagi Thailand. Akan tetapi, Aisyah tetap percaya pada kemampuannya. Dengan latihan terstruktur, ia optimistis dapat bersaing secara maksimal.

Regenerasi Atlet Menjadi Prioritas Nasional

Ketua Umum National Paralympic Committee of Indonesia, Senny Marbun, menegaskan pentingnya regenerasi atlet. Ia menyatakan bahwa Indonesia harus berani memberi panggung kepada atlet muda. Oleh sebab itu, ASEAN Para Games menjadi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang.

Selain mengejar medali, Indonesia memprioritaskan pengalaman bertanding. Dengan pengalaman tersebut, atlet muda dapat mempersiapkan diri menuju kompetisi yang lebih besar. Target jangka panjang pun diarahkan ke Paralimpiade Los Angeles 2028.

Jika Indonesia menunda regenerasi, maka kesinambungan prestasi akan terganggu. Oleh karena itu, pembinaan usia dini harus terus diperkuat. Konsistensi dan keberanian menjadi kunci keberhasilan.

Target Medali dan Harapan Prestasi

Indonesia menargetkan perolehan 82 medali emas. Tim pelatih menyusun target tersebut berdasarkan evaluasi kekuatan atlet. Selain itu, kombinasi atlet senior dan junior dinilai seimbang. Setiap cabang olahraga memiliki sasaran yang jelas.

Pada akhirnya, ASEAN Para Games tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Lebih dari itu, kejuaraan ini menjadi wadah pembentukan karakter dan mental atlet. Dengan strategi yang tepat, Indonesia berharap dapat meraih prestasi sekaligus menyiapkan generasi atlet masa depan.