Festival Kuliner – Mencari referensi makan siang di kawasan Blok M sering kali menjadi tantangan tersendiri. Banyak pekerja dan mahasiswa membutuhkan menu yang cepat, beragam, dan tetap mengenyangkan. Oleh karena itu, Festival Kuliner From Asia to Bali hadir sebagai solusi kuliner yang praktis dan menarik. Festival ini menghadirkan puluhan menu khas Asia hingga Bali dalam satu lokasi strategis di Jakarta Selatan.
Festival Kuliner From Asia to Bali berlangsung di lobi Teras Berlian Blok M Square. Acara ini berjalan hingga 11 Januari 2026. Pengunjung dapat datang setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 23.00 WIB. Jam operasional yang panjang ini memberi keleluasaan bagi pengunjung untuk menikmati makan siang, makan sore, maupun makan malam tanpa terburu-buru.

Dari Bali, Korea Selatan, hingga Thailand, sebanyak 59 kuliner Asia kumpul di Festival Kuliner From Asia to Bali di Blok M Square, Jakarta Selatan. Festival kuliner Blok M ini berlokasi di lobi Teras Berlian Blok M Square dan berlangsung mulai 24 Desember 2025 hingga 11 Januari 2026 pukul 10.00-23.00 WIB.
Konsep Baru dengan Nuansa Asia dan Bali
Penyelenggara festival, Priska dari Dapur Kuliner Nusantara, memperkenalkan konsep From Asia to Bali sebagai inovasi baru. Konsep ini menggabungkan cita rasa Asia dan kekayaan kuliner Bali dalam satu rangkaian acara. Selain itu, panitia juga menghadirkan suasana khas Bali melalui dekorasi yang autentik.
Panitia menghiasi area festival dengan kain poleng dan ornamen bernuansa Pulau Dewata. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga merasakan atmosfer budaya yang khas. Konsep visual ini menciptakan pengalaman makan siang yang lebih berkesan dibandingkan kunjungan ke pusat kuliner biasa.
Ragam Menu Asia Cocok untuk Santap Siang
Festival ini menghadirkan 59 tenant kuliner yang mayoritas berasal dari pelaku usaha lokal. Para tenant tersebut menyajikan menu khas Asia dan Bali dengan porsi yang sesuai untuk makan siang. Oleh sebab itu, pengunjung dapat menikmati hidangan berat tanpa rasa berlebihan.
Pengunjung dapat menemukan sate ayam dan sate cumi dengan cita rasa Korea Selatan. Selain itu, tersedia ayam bakar madu merah yang memiliki rasa manis gurih. Menu lain seperti sushi karaage ala Jepang dan tteokbokki dengan saus pedas manis juga menarik perhatian. Menu-menu ini menawarkan rasa kuat sekaligus praktis untuk dinikmati saat istirahat siang.
Bagi pencinta kuliner Asia Tenggara, festival ini juga menghadirkan somtam atau rujak pepaya khas Thailand. Kemudian, pengunjung dapat mencicipi rujak mangga dengan rasa segar. Setelah itu, es longan menjadi pilihan minuman yang menyegarkan dan cocok sebagai penutup makan siang.
Nasi Bali dan Camilan Manis Jadi Daya Tarik Tambahan
Selain menu Asia, kuliner khas Bali turut melengkapi festival ini. Salah satu menu yang banyak diminati adalah nasi campur Bali. Menu ini menyajikan kombinasi lauk lengkap yang cocok sebagai makan siang utama. Dengan porsi seimbang, pengunjung dapat merasa kenyang tanpa rasa berat.
Selanjutnya, festival ini juga menawarkan berbagai camilan manis. Tanghulu menjadi salah satu camilan yang paling menarik perhatian. Jajanan buah berlapis gula khas Korea Selatan ini hadir dengan kualitas premium. Priska menjelaskan bahwa bahan tanghulu berasal langsung dari Korea Selatan, termasuk buah-buahannya.
Varian tanghulu yang tersedia cukup beragam. Pengunjung dapat memilih stroberi, anggur muscat, anggur hitam, tomat, bluberi, hingga jeruk. Camilan ini cocok sebagai pelengkap makan siang atau teman bersantai di sore hari.
Harga Terjangkau dan Fasilitas Nyaman
Soal harga, festival ini menawarkan kisaran yang ramah di kantong. Harga makanan berada pada rentang Rp 25.000 hingga sekitar Rp 50.000. Rentang harga ini sesuai dengan kebutuhan makan siang di pusat kota Jakarta.
Selain itu, panitia menyediakan sistem pembayaran yang fleksibel. Pengunjung dapat menggunakan QRIS di setiap tenant atau membayar dengan uang tunai. Panitia juga menata area makan dengan deretan meja dan kursi yang cukup panjang di area lobi.
Namun demikian, antusiasme pengunjung cukup tinggi, terutama saat jam makan siang. Oleh karena itu, pengunjung sebaiknya datang lebih awal agar memperoleh tempat duduk yang nyaman. Dengan perencanaan waktu yang tepat, pengalaman kuliner di festival ini akan terasa lebih maksimal.