Pizza Gudeg Giornos menghadirkan cara berbeda untuk menikmati salah satu kuliner khas Yogyakarta melalui sajian yang identik dengan Italia. Giornos Pizzeria memadukan karakter gudeg dengan pizza sehingga menghasilkan menu yang membawa dua tradisi kuliner ke dalam satu hidangan.
Perpaduan tersebut memang terdengar tidak biasa. Gudeg memiliki karakter rasa khas yang sudah lama melekat dengan Yogyakarta. Sebaliknya, pizza menjadi salah satu ikon kuliner Italia yang mendunia. Namun, Giornos melihat perbedaan itu sebagai peluang untuk menciptakan pengalaman bersantap yang baru.
Owner Giornos Pizzeria, Dzaky, mendapatkan gagasan tersebut setelah melihat seorang temannya yang menjalankan bisnis bakery membuat bakpao berisi gudeg. Dari pengalaman itu, ia mulai mempertimbangkan kemungkinan menggunakan gudeg sebagai bagian dari menu restorannya.
Selain menciptakan inovasi, Dzaky ingin Giornos membangun hubungan yang lebih kuat dengan pasar Yogyakarta. Oleh karena itu, restoran tersebut memilih kuliner lokal sebagai salah satu sumber eksplorasi menu.
Pizza Gudeg Giornos Berawal dari Inspirasi Sederhana
Setelah menemukan gagasannya, Dzaky mulai mencari cara untuk mengembangkan pizza bercita rasa gudeg. Selanjutnya, ia menjalin komunikasi dengan Gudeg Yu Djum untuk membahas kemungkinan kolaborasi.
Dalam pembicaraan tersebut, Dzaky mengetahui bahwa Gudeg Yu Djum memiliki pengalaman dengan lini makanan bergaya Barat. Bahkan, mereka sudah mengenal konsep yang menggabungkan gudeg dengan pizza. Pengalaman tersebut kemudian membantu proses pengembangan menu berjalan lebih mudah.
Kini, lini makanan Barat itu sudah tidak beroperasi dan bisnis kembali berfokus pada Gudeg Yu Djum 167. Meski demikian, pengalaman sebelumnya tetap memberi bekal dalam proses kolaborasi bersama Giornos.
Bagi Dzaky, konsep Pizza Gudeg juga menggambarkan pertemuan dua budaya kuliner. Giornos mempertahankan pizza sebagai fondasi hidangan, kemudian menghadirkan gudeg untuk memberikan karakter Yogyakarta yang kuat.
Namun, tim Giornos tidak langsung menentukan satu formula. Mereka melakukan sejumlah percobaan dengan berbagai pelengkap. Misalnya, tim mencoba telur dan ceceg untuk menemukan komposisi yang sesuai.
Melalui proses tersebut, Giornos berusaha menjaga keseimbangan rasa. Pizza harus tetap memiliki identitasnya, sementara gudeg juga tidak boleh kehilangan karakter khasnya.
Pelanggan Memberikan Respons Beragam
Kehadiran Pizza Gudeg Giornos memancing rasa penasaran pengunjung. Sebagian pelanggan langsung tertarik mencobanya. Sementara itu, sebagian lainnya sempat merasa heran karena sebelumnya tidak membayangkan gudeg menjadi bagian dari sebuah pizza.
Menariknya, wisatawan juga menunjukkan ketertarikan terhadap menu tersebut. Banyak wisatawan datang ke Yogyakarta dengan tujuan mencicipi makanan khas daerah. Karena alasan itu, pizza dengan sentuhan gudeg menawarkan pengalaman berbeda bagi mereka.
Selain wisatawan, Giornos juga melayani pengunjung yang memang mencari makanan Italia. Di sisi lain, ada pula pelanggan yang menyukai eksplorasi makanan dan sengaja mencari kombinasi rasa baru.
Menurut Dzaky, karakter pelanggan yang beragam membuat restoran perlu menyediakan pilihan yang dapat menjembatani selera berbeda.
Konsep tersebut juga relevan ketika satu keluarga makan bersama. Generasi muda mungkin sudah terbiasa menikmati hidangan bergaya Barat. Sebaliknya, anggota keluarga yang lebih tua belum tentu memiliki kebiasaan serupa.
Oleh sebab itu, kehadiran rasa lokal dalam menu bergaya Italia dapat menjadi penghubung. Giornos berharap setiap anggota keluarga tetap menemukan rasa yang mereka kenal sekaligus memperoleh pengalaman kuliner baru.

pizza gudeg Giornos Pizzaria.
Keju Menjadi Bagian Penting dari Karakter Giornos
Walaupun Pizza Gudeg memiliki keunikan tersendiri, pizza secara umum tetap termasuk menu yang banyak pelanggan pesan di Giornos. Sebelum restoran memperkenalkan menu tersebut, pizza empat keju sudah menjadi salah satu sajian andalannya.
Kedekatan Giornos dengan keju juga memiliki latar belakang keluarga. Sebelum mendirikan restoran, Dzaky bersama keluarganya menjalankan pabrik keju di Klaten. Pabrik tersebut memasok keju untuk sejumlah restoran, kafe, serta hotel.
Pengalaman itu kemudian ikut membentuk karakter menu Giornos. Karena itu, restoran menghadirkan berbagai sajian yang mengeksplorasi keju dalam beragam kombinasi.
Selain pizza, pengunjung dapat menemukan salad, sup, dan beberapa makanan lain bergaya Italia.
Pilihan Pizza Lain di Giornos Pizzeria
Bagi pelanggan yang baru pertama kali berkunjung, Giornos memiliki beberapa pilihan pizza yang dapat dicoba. Salah satunya ialah Pizza Tripolata.
Menu tersebut menggabungkan krim dengan empat jenis keju. Giornos kemudian menambahkan jamur portobello serta empat jenis infused oil. Kombinasi bahan itu menghadirkan aroma kuat dengan perpaduan gurih, sedikit pahit, dan nuansa smoky.
Selain itu, pengunjung dapat memilih Pizza Algeto Burrata. Giornos menggunakan saus tomat sebagai salah satu elemen utamanya, kemudian menambahkan arugula, pesto, dan burrata. Kombinasi tersebut menawarkan perpaduan gurih dan manis dengan lapisan rasa yang cukup kompleks.
Tak hanya melalui pizza, Giornos juga mengenalkan beragam karakter keju lewat cheese board. Restoran menyandingkan beberapa jenis keju dengan makanan pendamping sehingga pengunjung dapat mencoba kombinasi rasa yang berbeda.
Membawa Nuansa Italia ke Yogyakarta
Keluarga Dzaky memperoleh inspirasi konsep Giornos dari pengalaman mereka ketika mengunjungi Italia. Setelah perjalanan tersebut, mereka ingin membawa sebagian pengalaman menikmati kuliner Italia ke Yogyakarta.
Giornos kemudian menerjemahkan gagasan itu melalui suasana restoran dan pilihan hidangannya. Namun, restoran tidak menutup ruang bagi cita rasa lokal. Pizza Gudeg Giornos menjadi salah satu contoh bagaimana konsep Italia dapat bertemu dengan identitas kuliner Yogyakarta.
Restoran ini beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Harga makanan pembuka mulai dari kisaran Rp30.000, sedangkan harga pizza berada pada kisaran Rp100.000-an.
Selain area makan, Giornos menyediakan smoking zone dan mushala. Pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan fotografer gratis yang tersedia di restoran.
Pada akhirnya, Pizza Gudeg tidak hanya menawarkan kombinasi bahan yang berbeda. Menu tersebut mempertemukan dua karakter kuliner dalam satu sajian. Giornos tetap mempertahankan pizza sebagai bagian dari identitas restoran, sekaligus memberi ruang kepada gudeg sebagai salah satu ikon rasa Yogyakarta.
Melalui pendekatan itu, pizza dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan makanan lokal dengan cara yang lebih modern. Sementara itu, pengunjung tetap dapat mengenali karakter gudeg meskipun menikmatinya melalui bentuk sajian yang berbeda.