Masalah Mitsubishi Lawas menjadi salah satu hal penting yang perlu dipahami sebelum pemilik memutuskan merawat atau menggunakan mobil berusia tua untuk aktivitas sehari-hari. Meski sejumlah model Mitsubishi generasi lama masih memiliki banyak penggemar, usia kendaraan membuat beberapa komponen membutuhkan perhatian lebih agar mobil tetap nyaman dan aman digunakan.

Mobil Mitsubishi keluaran lama memang masih menarik bagi kolektor maupun pengguna yang membutuhkan kendaraan harian. Namun, semakin panjang usia pakai sebuah mobil, semakin besar pula kemungkinan sejumlah komponen mengalami keausan. Karena itu, pemilik perlu melakukan pemeriksaan secara rutin dan tidak hanya menunggu kerusakan muncul.

Rahmat Hidayat, pemilik Bangun Motor di Ciracas, Jakarta Timur, menjelaskan bahwa mobil Mitsubishi berusia tua biasanya menunjukkan gangguan pada beberapa sektor tertentu. Kelistrikan, kaki-kaki, serta sistem bahan bakar termasuk bagian yang cukup sering membutuhkan penanganan.

Rahmat memiliki pengalaman panjang menangani kendaraan Mitsubishi. Ia pernah bekerja sebagai Service Advisor Mitsubishi Motors selama 22 tahun sejak 1997. Kemudian, pada 2019, ia meninggalkan perusahaan tersebut dan bergabung dengan bengkel milik mertuanya. Setelah itu, Bangun Motor memusatkan layanan pada kendaraan Mitsubishi sesuai bidang keahliannya.

Berikut sejumlah masalah Mitsubishi lawas yang menurut Rahmat patut mendapat perhatian pemilik.

1. Mitsubishi Lancer Perlu Perhatian pada Sistem Bahan Bakar

Mitsubishi Lancer generasi lama hadir dengan sistem bahan bakar karburator maupun injeksi. Masing-masing teknologi tersebut memiliki karakter perawatan yang berbeda, terutama setelah kendaraan memasuki usia lanjut.

Pada Lancer bermesin karburator, pemilik biasanya perlu memperhatikan penyetelan karburator. Teknologi ini masih memungkinkan mekanik melakukan pengaturan secara manual sehingga proses penanganannya relatif sederhana.

Sementara itu, Lancer yang memakai sistem injeksi dapat mengalami gangguan pada komponen yang mengatur putaran mesin. Gejalanya antara lain putaran mesin atau RPM yang tidak stabil. Selain itu, pengemudi dapat merasakan penurunan putaran mesin ketika menyalakan AC.

Oleh sebab itu, pemeriksaan sistem bahan bakar menjadi salah satu langkah penting ketika merawat Lancer lawas.

2. Coil Mitsubishi Galant Bisa Melemah karena Usia

Masalah Mitsubishi lawas berikutnya dapat muncul pada Mitsubishi Galant, termasuk generasi yang masyarakat kenal dengan julukan Galant Lele dan Galant Hiu.

Sektor elektrikal menjadi salah satu bagian yang perlu mendapatkan perhatian. Pada Galant Lele, misalnya, coil distributor dapat kehilangan kemampuan kerja seiring bertambahnya usia kendaraan.

Berbeda dengan Galant Lele, Galant Hiu memiliki usia yang relatif lebih muda sehingga gangguan serupa tidak selalu muncul sesering generasi sebelumnya. Meski demikian, pemilik tetap perlu memeriksa coil dan kondisi kaki-kaki agar mobil mempertahankan performa optimal.

Pemeriksaan berkala dapat membantu pemilik mengetahui penurunan fungsi komponen sebelum masalah berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

3. Rack Steer Mitsubishi Mirage Mulai Rentan Aus

Mitsubishi Mirage yang sudah melewati usia penggunaan sekitar 10 tahun juga mempunyai komponen tertentu yang patut mendapat perhatian. Rahmat menyoroti rack steer sebagai salah satu bagian yang mulai menunjukkan keausan pada sejumlah mobil yang masuk ke bengkelnya.

Jika rack steer mengalami kerusakan, pemilik harus menyiapkan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Menurut Rahmat, kebutuhan dana untuk menangani komponen tersebut dapat mencapai sekitar Rp6 juta.

Di sisi lain, beberapa komponen Mirage masih tergolong tahan lama. Transmisi CVT dan bagian kaki-kaki, misalnya, memiliki daya tahan yang cukup baik menurut pengalamannya menangani mobil tersebut.

Dengan demikian, calon pembeli Mirage bekas berusia lebih dari satu dekade sebaiknya memasukkan pemeriksaan sistem kemudi ke dalam daftar pengecekan sebelum melakukan transaksi.

masalah Mitsubishi lawas

Mitsubishi Galant generasi ketujuh alias Galant Lele.

4. Kaliper Rem Belakang Outlander Sport Patut Diperiksa

Mitsubishi Outlander Sport memiliki titik perhatian berbeda. Salah satu komponen yang dapat menimbulkan masalah terdapat pada kaliper rem belakang, khususnya pada versi facelift.

Gangguan pada bagian tersebut dapat memengaruhi fungsi rem parkir, meskipun rem kaki tetap bekerja normal. Rahmat mengatakan Mitsubishi pernah menangani persoalan tersebut melalui program recall di Indonesia sekitar 2014 ketika dirinya masih bekerja di perusahaan.

Apabila komponen itu mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan, biaya yang harus pemilik keluarkan dapat mencapai sekitar Rp9 juta.

Selain kaliper rem, Outlander Sport berusia tua dapat mengalami masalah pada evaporator. Namun, Rahmat menilai transmisi CVT model ini termasuk cukup kuat.

5. Mitsubishi Kuda Rentan pada Kelistrikan dan Bahan Bakar

Mitsubishi Kuda pernah hadir dengan beberapa pilihan mesin, mulai dari bensin karburator, bensin injeksi, sampai diesel. Perbedaan teknologi mesin tersebut membuat kebutuhan pemeriksaan setiap varian tidak selalu sama.

Walaupun demikian, sistem elektrikal dan bahan bakar tetap menjadi dua area penting yang perlu pemilik periksa ketika usia mobil semakin bertambah.

Selain kondisi komponen, kualitas suku cadang pengganti ikut menentukan ketahanan kendaraan. Penggunaan komponen yang sesuai spesifikasi dapat membantu menjaga fungsi mobil sekaligus mengurangi risiko munculnya masalah baru.

Karena itu, pemilik Kuda lawas sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga ketika memilih suku cadang pengganti.

6. Shockbreaker Mitsubishi Delica Bisa Menguras Biaya

Berikutnya terdapat Mitsubishi Delica yang membutuhkan perhatian khusus pada sektor kaki-kaki. Rack steer dan shockbreaker termasuk komponen yang cukup sering membutuhkan penanganan menurut pengalaman Rahmat.

Biaya penggantian shockbreaker Delica juga relatif tinggi. Untuk mengganti bagian depan dan belakang, pemilik dapat mengeluarkan dana sekitar Rp10 juta.

Harga komponen Delica yang tinggi berkaitan dengan status kendaraan tersebut sebagai produk Completely Built Up (CBU) dari Jepang. Kondisi itu membuat harga sejumlah suku cadangnya lebih mahal dibandingkan beberapa Mitsubishi lain.

Selain shockbreaker dan rack steer, mounting juga dapat mengalami penurunan kondisi akibat faktor usia. Populasi Delica di Indonesia yang relatif terbatas turut menjadi pertimbangan tersendiri dalam urusan perawatan dan ketersediaan komponen.

7. Mitsubishi Grandis Perlu Menjaga Sistem Pendinginan

Pemilik Mitsubishi Grandis perlu memberikan perhatian lebih pada sistem pendinginan mesin. Motor fan yang mulai kehilangan fungsi dapat membuat mesin lebih mudah mengalami overheat.

Radiator juga dapat mengalami kebocoran setelah mobil digunakan dalam waktu panjang. Oleh karena itu, pemilik sebaiknya segera melakukan pemeriksaan apabila suhu mesin mulai menunjukkan kondisi tidak normal.

Tidak hanya sistem pendinginan, transmisi otomatis Grandis juga memerlukan pengecekan. Usia kendaraan dapat menyebabkan seal pada sistem transmisi mengalami kebocoran.

Menangani gejala sejak awal tentu lebih baik daripada menunggu kerusakan berkembang dan memengaruhi komponen lain.

Perawatan Berkala Jadi Kunci Menjaga Mitsubishi Lawas

Pada akhirnya, masalah Mitsubishi lawas tidak selalu berarti kendaraan tersebut sulit untuk dipelihara. Pemilik dapat mengurangi risiko kerusakan besar dengan melakukan pemeriksaan dan perawatan secara konsisten.

Rahmat menyarankan pemilik tidak menunda jadwal servis berkala. Penggantian oli perlu dilakukan sesuai kebutuhan, sementara sistem pendinginan seperti radiator dan termostat juga harus mendapatkan pemeriksaan rutin.

Selain itu, kondisi busi, filter, injektor, serta komponen kaki-kaki perlu mendapat perhatian. Setiap model mempunyai karakter dan titik lemah berbeda sehingga pemilik sebaiknya menyesuaikan pemeriksaan dengan jenis kendaraan yang digunakan.

Perawatan preventif juga membantu pemilik menemukan komponen yang mulai aus sebelum benar-benar rusak. Dengan langkah tersebut, Mitsubishi berusia tua tetap memiliki peluang untuk memberikan performa yang baik sekaligus menjaga kenyamanan dalam penggunaan sehari-hari.