Houthi Selat Bab El-Mandeb menjadi sorotan setelah muncul kabar mengenai dugaan rencana pengenaan biaya terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi jalur laut strategis tersebut. Namun, kelompok Houthi di Yaman membantah informasi itu dan menegaskan bahwa mereka tidak pernah membuat keputusan untuk menarik tarif dari perusahaan pelayaran internasional. Mereka memastikan seluruh aktivitas transit kapal di kawasan tersebut masih berlangsung tanpa biaya tambahan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pusat Koordinasi Operasi Kemanusiaan atau Humanitarian Operations Coordination Center (HOCC), lembaga yang berada di bawah pengelolaan Houthi. HOCC menjelaskan bahwa layanan keamanan dan koordinasi perjalanan laut yang mereka tawarkan bersifat sukarela serta tidak memiliki mekanisme pembayaran resmi.
Menurut HOCC, pihak mana pun yang meminta sejumlah uang sebagai syarat agar kapal dapat melewati Selat Bab el-Mandeb bukan merupakan bagian dari pihak resmi mereka. Lembaga tersebut juga menegaskan bahwa tindakan seperti itu tidak memiliki hubungan dengan otoritas Houthi maupun pihak yang mereka klaim sebagai perwakilan Republik Yaman.
HOCC Imbau Perusahaan Pelayaran Waspadai Penipuan
HOCC mengeluarkan peringatan kepada perusahaan pelayaran internasional agar berhati-hati terhadap individu atau kelompok yang mencoba mengambil keuntungan dengan mengatasnamakan mereka. Mereka meminta operator kapal tidak memberikan uang maupun informasi kepada pihak yang tidak memiliki kewenangan.
Kelompok tersebut menilai informasi palsu mengenai pungutan di Selat Bab el-Mandeb dapat menimbulkan kebingungan bagi industri pelayaran global. Oleh karena itu, HOCC meminta perusahaan internasional melakukan verifikasi terhadap setiap permintaan pembayaran yang mengatasnamakan lembaga tersebut.
Klarifikasi ini muncul setelah laporan Reuters pada akhir Juli 2026 menyebut adanya kemungkinan kelompok yang memiliki hubungan dekat dengan Iran mempertimbangkan pemberlakuan biaya bagi kapal yang melintas di wilayah selatan Laut Merah.
Laporan tersebut mengutip sejumlah sumber regional yang menyatakan bahwa gagasan mengenai tarif pelayaran sempat menjadi bahan pembicaraan. Diskusi itu disebut berlangsung ketika delegasi Houthi melakukan kunjungan ke Teheran pada Juli 2026 dan bertemu dengan sejumlah pejabat Iran.
Meski demikian, laporan tersebut juga menyebutkan bahwa belum terdapat keputusan final mengenai penerapan kebijakan tersebut. Tidak ada jadwal resmi yang menetapkan kapan aturan biaya pelayaran itu akan berlaku apabila benar-benar di terapkan.

Anggota Penjaga Pantai Yaman yang berafiliasi dengan kelompok Houthi berpatroli di perairan, saat demonstran berunjuk rasa menunjukkan solidaritas dengan rakyat Gaza, di kota pelabuhan Hodeida, Laut Merah, 4 Januari 2024.
Selat Bab el-Mandeb Jadi Jalur Strategis Perdagangan Dunia
Selat Bab el-Mandeb memiliki posisi penting dalam jaringan perdagangan internasional karena menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Jalur tersebut menjadi salah satu rute utama bagi kapal yang melakukan perjalanan antara kawasan Asia, Timur Tengah, dan Eropa.
Gangguan keamanan di kawasan tersebut dapat berdampak besar terhadap rantai pasok global karena banyak kapal dagang menggunakan jalur ini untuk mengangkut energi, bahan baku, dan berbagai produk perdagangan.
Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas Houthi di kawasan Laut Merah meningkatkan perhatian dunia internasional. Kelompok tersebut sebelumnya beberapa kali melakukan tindakan yang memengaruhi keamanan pelayaran sebagai bagian dari konflik regional yang melibatkan berbagai negara.
Sebelumnya, Houthi juga mengumumkan langkah blokade maritim terhadap Arab Saudi. Kebijakan tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran mengenai stabilitas jalur perdagangan di sekitar Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.
Namun, melalui pernyataan terbaru HOCC, Houthi berusaha meredakan isu mengenai kemungkinan munculnya biaya transit bagi kapal komersial. Mereka menegaskan kembali bahwa tidak ada kebijakan resmi yang mengharuskan perusahaan pelayaran membayar biaya tertentu untuk melewati wilayah tersebut.
Houthi Pastikan Tidak Ada Tarif Transit Kapal
HOCC menyampaikan bahwa kapal komersial tetap dapat menggunakan jalur Selat Bab el-Mandeb tanpa membayar pungutan apa pun. Mereka juga menolak kabar yang menyebutkan adanya rencana pemberlakuan tarif sebagai bentuk pengaturan baru terhadap aktivitas pelayaran.
Pernyataan tersebut menjadi upaya Houthi untuk memberikan kepastian kepada industri pelayaran internasional yang selama ini bergantung pada keamanan jalur laut tersebut. Dengan adanya klarifikasi itu, HOCC berharap perusahaan pelayaran tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Situasi di kawasan Laut Merah masih menjadi perhatian global karena berbagai perkembangan politik dan keamanan dapat memengaruhi aktivitas perdagangan internasional. Meski demikian, untuk saat ini Houthi menyatakan bahwa Selat Bab el-Mandeb tetap terbuka bagi kapal komersial tanpa biaya tambahan.