Rare Angon Festival 2026 kembali memeriahkan langit Bali melalui pertunjukan ribuan layang-layang di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar. Festival internasional ini berlangsung pada 23-26 Juli 2026. Sebanyak 23 negara ikut ambil bagian dalam perhelatan tahunan tersebut.

Festival ini menjadi salah satu agenda budaya yang paling di nantikan di Bali. Ribuan wisatawan dan masyarakat datang untuk menikmati atraksi layang-layang dari berbagai negara. Suasana pantai pun berubah menjadi lebih semarak berkat warna-warni layang-layang yang memenuhi langit.

Penyelenggara juga menghadirkan layang-layang tradisional khas Bali. Kehadirannya memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Peserta dari 23 Negara Ramaikan Festival

Rare Angon Festival 2026 mengundang komunitas layang-layang dari 23 negara. Setiap peserta membawa karya dengan desain dan karakter yang berbeda. Mereka menampilkan kreativitas melalui berbagai bentuk layang-layang berukuran besar.

Festival ini membuka ruang bagi para peserta untuk saling bertukar pengalaman. Mereka juga memperkenalkan budaya negaranya melalui karya yang di terbangkan di langit Sanur.

Kehadiran peserta internasional membuat festival semakin menarik. Acara ini juga memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia.

Rare Angon Festival 2026

Peserta menerbangkan layang-layang saat acara layangan internasional pada Rare Angon Festival 2026 di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Kamis (23/7/2026).

Ratusan Layang-Layang Internasional Hiasi Langit Sanur

Sekitar 105 layang-layang internasional menghiasi kawasan Pantai Mertasari selama festival berlangsung. Setiap layang-layang memiliki bentuk unik. Beberapa menampilkan karakter hewan, tokoh, hingga karya seni modern.

Di sisi lain, masyarakat Bali menerbangkan sekitar seribu layang-layang tradisional. Tradisi tersebut sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Karena itu, festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjaga warisan budaya Bali.

Perpaduan layang-layang internasional dan tradisional menciptakan pemandangan yang memikat. Pengunjung dapat menikmati keindahan langit sekaligus mengenal kekayaan budaya Bali.

Festival Dorong Pariwisata dan Pelestarian Budaya

Pantai Mertasari kembali menjadi lokasi penyelenggaraan Rare Angon Festival karena memiliki area yang luas. Angin di kawasan ini juga sangat mendukung aktivitas menerbangkan layang-layang.

Selama empat hari, wisatawan dapat menyaksikan berbagai atraksi dari pagi hingga sore. Banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto dan menikmati suasana pantai.

Festival ini juga memberi manfaat bagi pelaku usaha lokal. Hotel, restoran, dan pedagang di sekitar Sanur ikut merasakan peningkatan kunjungan wisatawan selama acara berlangsung.

Rare Angon Festival 2026 membuktikan bahwa tradisi mampu berjalan seiring dengan pariwisata modern. Melalui festival ini, Bali terus memperkenalkan budaya layang-layang kepada dunia. Kehadiran peserta dari berbagai negara juga mempererat hubungan budaya antarbangsa.

Dengan dukungan masyarakat dan peserta internasional, Rare Angon Festival terus berkembang sebagai salah satu festival budaya terbesar di Indonesia. Ajang ini tidak hanya menghibur pengunjung, tetapi juga menjaga tradisi layang-layang Bali agar tetap di kenal oleh generasi mendatang.