Festival Musik – Industri musik Asia Tenggara terus berkembang dengan cepat. Berbagai festival musik kini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi budaya antarnegara.
Salah satu festival yang menarik perhatian publik yaitu Latihan Pestapora 2026. Festival musik lintas negara itu akan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Agustus 2026.
Penyelenggara berharap festival tersebut mampu mempererat hubungan antara Indonesia dan Malaysia melalui seni, musik, dan budaya.
Festival ini mengadaptasi konsep dari Pestapora, festival musik populer asal Indonesia yang terkenal karena menghadirkan beragam genre musik dalam satu panggung besar.
Melalui Latihan Pestapora, penyelenggara ingin membangun ruang pertemuan kreatif bagi musisi, penikmat musik, hingga komunitas budaya dari kedua negara serumpun.
Latihan Pestapora Perkuat Hubungan Budaya Regional
Direktur Festival Pestapora sekaligus Co-Founder Boss Creator, Kiki Aulia Ucup, menilai Latihan Pestapora bukan sekadar festival hiburan biasa.
Menurutnya, festival tersebut juga menjadi bagian dari gerakan budaya yang memperkuat hubungan musik dan kreativitas di tingkat regional Asia Tenggara.
Kiki Ucup mengatakan kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia melalui festival musik mampu mempererat hubungan antarkomunitas kreatif di kedua negara.
Ia juga berharap festival tersebut dapat memperkuat hubungan persaudaraan masyarakat Indonesia dan Malaysia melalui karya seni dan musik.
Penyelenggara ingin menghadirkan suasana festival yang tidak hanya meriah, tetapi juga mampu menciptakan hubungan emosional antara penonton dan musisi dari kedua negara.

Direktur Festival Pestapora Kiki Aula Ucup dalam konferensi pers Latihan Pestapora Malaysia 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (21/5/2026).
Festival Musik Hadir Selama 12 Jam Nonstop
Latihan Pestapora 2026 akan berlangsung di Stadion Hoki Nasional, Kuala Lumpur, pada 15 Agustus 2026.
Festival tersebut hadir melalui kerja sama Boss Creator dan Hitman Solutions.
Penyelenggara menyiapkan konsep festival musik selama 12 jam nonstop mulai pukul 12.00 hingga 24.00 waktu Malaysia.
Konsep tersebut memberi pengalaman berbeda bagi penikmat musik karena mereka dapat menikmati berbagai penampilan artis dalam satu hari penuh.
Penyelenggara juga ingin menghadirkan atmosfer festival yang lebih interaktif dan energik untuk publik Malaysia maupun pengunjung dari Indonesia.
Selain menikmati pertunjukan musik, pengunjung juga dapat merasakan suasana festival budaya yang memadukan kreativitas, komunitas, dan hiburan modern.
Musisi Indonesia Siap Ramaikan Panggung Festival
Latihan Pestapora 2026 menghadirkan sejumlah musisi populer dari Indonesia.
Beberapa nama besar yang masuk daftar penampil yaitu Tulus, Juicy Luicy, Mahalini, Maliq & D’Essentials, serta Rhoma Irama bersama Soneta Group.
Festival tersebut juga menghadirkan Romantic Echoes, Bernadya, dan Nadhif Basalamah yang memiliki basis penggemar besar di kalangan anak muda.
Kehadiran musisi lintas genre membuat festival ini menarik perhatian banyak penonton. Penyelenggara ingin menghadirkan pengalaman musik yang dapat di nikmati berbagai generasi.
Musisi Indonesia tersebut membawa warna musik berbeda, mulai dari pop, jazz, indie, hingga dangdut.
Musisi Malaysia Tampilkan Karakter Musik Lokal
Selain musisi Indonesia, festival ini juga menghadirkan sejumlah penyanyi dan grup musik populer asal Malaysia.
Beberapa nama yang akan tampil antara lain Aisha Retno, Aziz Harun, Gerhana Skacinta, Masdo, Insomniacks, dan FUGO.
Penyelenggara memilih daftar penampil berdasarkan minat penggemar musik di Malaysia. Karena itu, festival ini menghadirkan kombinasi musisi populer dari kedua negara agar suasana acara terasa lebih dekat dengan penonton.
Head of Special Projects Hitman Solutions, Keeran D, mengatakan proses kurasi musisi mempertimbangkan tren musik yang berkembang di Malaysia saat ini.
Menurutnya, penyelenggara ingin menghadirkan pengalaman festival yang berbeda di banding acara musik lain yang pernah berlangsung di negara tersebut.
Festival Musik Jadi Simbol Kedekatan Dua Negara
Hubungan budaya antara Indonesia dan Malaysia sudah terjalin sejak lama. Kedua negara memiliki banyak kesamaan budaya, bahasa, hingga selera musik.
Karena itu, festival seperti Latihan Pestapora memegang peran penting dalam memperkuat hubungan kreatif antarnegara di Asia Tenggara.
Musik mampu menjadi media komunikasi yang efektif untuk membangun hubungan emosional antar masyarakat dari latar belakang berbeda.
Melalui festival ini, penyelenggara berharap musisi Indonesia dan Malaysia terus membangun kolaborasi kreatif pada masa depan.
Selain menjadi ajang hiburan, Latihan Pestapora juga menunjukkan industri musik regional memiliki potensi besar untuk berkembang melalui kerja sama lintas negara.
Festival tersebut diperkirakan menarik perhatian ribuan penonton dari Indonesia maupun Malaysia yang ingin menikmati pengalaman musik dan budaya dalam satu panggung besar.